METRO SUMBAR

Penanggulangan Covid-19, Puskesmas Belum Dimaksimalkan

0
×

Penanggulangan Covid-19, Puskesmas Belum Dimaksimalkan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, dalam menangani wabah virus corona Covid-19, meminta kepala dinas kesehatan kabupaten dan kota se Sumbar, seharusnya benar-benar memanfaatkan dan memfasilitasi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.

“Di samping itu jumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 itu sendiri masih kurang. Sementara jumlah pasien Covid terus bertambah. Tanpa penguatan Puskesmas, kita akan kesulitan sendiri,” ujar Irwan Prayitno dalam Rapat Video Conference (Vidcon) Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Kepala Dinas Kesehatan se Sumbar, Selasa (28/4).

Dikatakan Irwan, bagaimanan harus menyikapi terhadap Pelaku Perjalanan daerah Terjangkit (PPT) adalah orang dari daerah terjangkit, atau orang yang masuk ke daerah ini yang perlu diawasi. Berapa banyak PPT yang menjadi ODP dan PDP yang tidak isolasi atau tidak mendatangi petugas kesehatan terdekat seperti Puskesmas.

Termasuk dalam terhadap pencegahan bagi Pelaku Perjalanan daerah Terjangkit (PPT) kemungkinan dari para perantau yang tidak mau isolasi mandiri atau cenderung tidak bisa berdiam dirumah. Kasus ini tidak terdeteksi, namun bisa menularkan 86 persen.

Baca Juga  Manikam Jajak Buya Hamka, Harmoni Budaya dan Alam

PPT wajib melakukan monitoring mandiri (self monitoring) terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari sejak kepulangan. Setelah kembali dari terjangkit sebaiknya mengurangi aktivitas yang tidak perlu dan menjaga jarak kontak hingga (1,5 meter) dengan orang lain.

Idealnya PPT dikarantina segera lakukan swab, jika dua kali Swab hasilnya negatif. Apabila PPT tidak di isolasi resiko penularan lebih besar dan bisa mengeluarkan biaya lebih besar lagi, seperti biaya tracking (VTM, APD dsb).

Jika banyak yang positif, Rumah sakit penuh, tenaga kesehatan juga kewalahan dan terbatas, resiko kematian sudah dipastikan tinggi.

Namun, tidak dipungkiri, masih banyak orang PPT berkeliaran di lingkungan masyarakat. Bahkan secara diam-diam mereka yang tidak terdata ikut bergabung dengan masyarakat lainnya.

Gubernur mengimbau, warga yang memeriksakan diri ke rumah sakit, Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk jujur menceritakan riwayat perjalanan, termasuk dengan orang yang pernah berinteraksi.

Baca Juga  Program Pengembangan Dearah, Pengesahan RTRW Penting

“Dengan upaya ini lebih cepat dilakukan pemantauan, apabila warga dimaksud terindikasi terpapar Covid-19. Sehingga lebih mudah dilakukan pelacakan (tracking) terhadap orang yang pernah berinteraksi,” ujar Irwan.

Sikap kooperatif warga ini, lanjutnya, akan sangat membantu dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Petugas akan lebih mudah dalam melakukan penelusuran dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu gubernur minta masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Selalu mencuci tangan dengan sabun dan mengenakan penutup mulut dan hidung apa bila keluar rumah untuk suatu urusan penting.

Berbagai anjuran dan aturan yang telah dibuat adalah untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Jadi tahan diri dulu untuk bepergian, biasakan hidup sehat dan menjaga jarak antar orang. (rel/fan)