SIJUNJUNG, METRO
Sebanyak empat belas orang santri asal Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung yang pulang menuntut ilmu di dari Pondok Pesantren Tamoro, Jawa Timur selesai menjalani masa karantina atau isolasi mandiri selama 14 hari di Jorong Batu Gandang, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, drg Ezwandra didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika selaku juru bicara gugus tugas pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sijunjung, Rizal Efendi di Jorong Batu Gandang, Rabu (29/4).
“Insyaallah mereka semua aman, setelah menjalani masa isolasi selama 14 hari. Para santri dinyatakan sehat dan tidak ada satupun yang terjangkit Covid-19. Sekarang mereka sudah bisa dipulangkan ke rumah masing-masing,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, Ezwandra.
Ia mengingatkan, agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi para santri ini. “Mereka dikarantina bukan berarti terinfeksi virus corona, tapi memastikan mereka terpapar atau tidak. Hasilnya mereka semua sehat dan tidak ada yang terpapar. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan mereka,” jelasnya.
Kepala Dinas Kominfo, Rizal Efendi meminta agar masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya terutama seputar Covid-19.
“Hingga saat ini Kabupaten Sijunjung masih aman dan tidak ada yang terjangkit positif virus corona. Jangan sampai ada informasi yang menyesatkan masyarakat,” katanya.
Rizal juga meminta agar masyarakat tidak membuat stigmatisasi atau persepsi negatif terhadap santri yang menjalani karantina, maupun masyarakat lainnya yang telah menjalani masa isolasi.
“Tidak boleh ada stigmatisasi terhadap mereka yang dikarantina. Orang-orang yang dikarantina itu tidak terkontaminasi Covid-19. Mereka selama di karantina, diobservasi dan dipantau oleh tenaga medis. Dan masa isolasi itu untuk memastikan apakah tertular atau tidak,” ujarnya.
Pemulangan para santri itu, juga dihadiri oleh Camat Koto VII, unsur Forkopimcam serta tokoh masyarakat setempat. (ndo)





