PDGPARIAMAN, METRO
Pemerintah Nagari Sikucur Timur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman, mengupayakan keluarga miskin yang tinggal di rumah tua bekas kandang kambing di daerah itu masuk ke dalam basis data terpadu (BDT) warga miskin.
“Datanya sudah kami terima dan akan kami masukkan dalam daftar yang diusulkan,” kata Sekretaris Nagari Sikucur Timur Hendra Putra di V Koto Kampung Dalam kemarin.
Dikatakan Hendra, keluarga tersebut berhak masuk ke dalam BDT warga miskin dan mendapatkan bantuan dari pemerintah guna meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun ia mengeluhkan data BDT warga miskin di daerah itu tidak sesuai dengan yang ada di lapangan karena menurutnya data yang digunakan oleh pemerintah kabupaten maupun pusat masih pada data 2011padahal pihaknya selalu memberikan data terbaru.
“Sehingga orang sudah meninggal namanya masih keluar sedangkan data keluarga miskin baru yang kami masukkan tidak keluar,” tambahnya.
Rumah tua bekas kandang kambing yang dihuni keluarga tersebut masih terlihat lantai dibuat renggang agar kotoran ternak bisa langsung jatuh ke tanah sedangkan kondisi kayu rumah itu sudah lapuk serta tiangnya bergeser dari pondasi.
Karena rumah yang dihuninya pernah digunakan untuk kandang kambing maka hingga sekarang di bawah bangunan itu masih terlihat kontoran ternak tersebut.
Sementara itu, warga yang tinggal di rumah tersebut Delmiwati mengatakan sebelumnya ia dan keluarganya berasal dari Bukittinggi dan pindah ke Padangpariaman sekitar tiga tahun.
Namun pengurusan kartu keluarga menjadi warga Kabupaten Padangpariaman sekitar pertengahan 2019 sehingga dia bersama suami dan empat orang anaknya telah menjadi warga daerah itu.
“Sebelum pindah ke rumah ini kami menghuni sebuah rumah warga secara gratis namun karena pemiliknya pulang kampung maka terpaksa kami pindah dan tinggal di sini,” katanya.
Ia mengatakan pekerjaan suaminya yang hanya sebagai kuli harian tidak sanggup mengontrak rumah yang layak sehingga rumah tua tersebut menjadi pilihan meski harus membersihkannya dengan tenaga lebih.
“Butuh beberapa hari kami membersihkannya namun bau kambingnya masih aja ada,” ujarmya. (z)





