PASAMAN, METRO
Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam mencegah penyebaran virus Corona pada minggu yang lalu. Namun, selama itu pula hampir tidak ada perubahan perilaku masyarakat di daerah itu. Khususnya bagi wilayah Pasaman Utara, yakni Panti, Rao. Tapus.
Pemberlakuan itu seolah-olah masih diabaikan oleh warga dan masih banyak yang keluyuran apalagi di waktu sore hari menjelang berbuka puasa.
Anjuran pemerintah soal penerapan social dan physical distancing untuk pencegah penyebaran wabah ini masih diabaikan. Bahkan, pemakaian masker ketika beraktivitas di luar rumah belum diindahkan.
Situasi seperti ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di daerah, tidak terkecuali Pemkab Pasaman terkait penerapan PSBB dalam rangka pencegahan Covid-19.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman, sekaligus Jubir Gugus Tugas Covid-19, William Hutabarat mengatakan, bahwa upaya pemerintah setempat sudah dianggap cukup dalam rangka mencegah penyebaran virus corona agar tidak mewabah di daerah itu.
“Upaya kita sudah cukup. termasuk melakukan himbauan-himbaun langsung ketengah-tengah masyarakat, melalui spanduk, baliho bahkan lewat radio juga sudah disampaikan. Memang kesadaran masyarakat itu yang belum ada,” katanya. Selasa (28/4).
Namun ia berharap tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pemberlakukan PSBB itu bisa semakin meningkat. Ia pun menambahkan kata kunci dari kesuksesan PSBB adalah disiplin masyarakat.
“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Pasaman, untuk mematuhi anjuran pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19),” harap dia.
Pemerintah, menurut dia, telah mengeluarkan sejumlah anjuran agar virus Covid-19 tak meluas, salah satunya adalah dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan jaga jarak sosial. (cr6)





