PDG. PARIAMAN, METRO
Masyarakat Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpriaman mengharapkan penanganan abrasi pantai yang melanda daerahnya agar segera ditanggapi.
Warga meminta pemerintah secepatnya melakukan pemasangan batu grib atau batu pemecah ombak di sepanjang bibir pantai ulakan. Jika tidak, abrasi akan terus meluas mengikis tanah masyarakat serta mengancam bangunan.
Salah seorang warga Ulakan, Tahar (65) mengakan, abrasi pantai sudah terjadi cukup lama dan masih berlangsung sampai sekarang. Bahkan sepanjang tahun 2020 ini lebih dari 20 meter tanah yang sudah terkikis air laut.
Ia menyampaikan, di sekitar ini dulu terlihat banyak pohon pinus berjejer disepanjang bibir pantai, namun akibat abrasi sudah tidak terlihat lagi, semuanya masuk ke laut.
“Begitupun dengan warung makanan juga tidak luput dari ancaman abrasi dan bahkan jika tidak cepat diatasi maka bisa saja Pemakaman Umum yang ada dilokasi itu juga akan terkikis air laut,” ujar Tahar, Minggu (26/4).
Sementara itu, Wali Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan Sofyan, mengungkapkan, abrasi pantai terus mengikis tanah milik masyarakat, ”Benar, abrasi ini imbas dari pemasangan batu grib sebelumnya, karena diketahui bahwa beberapa tahun lalu pantai Ulakan dilanda abrasi yang cukup parah. Setelah mendapatkan bantuan dari pemerintah hanya beberapa titik saja yang baru bisa dipasang batu grib, sehingga berdampak teradap bibir pantai yang belum terpasang batu grib,” jelasnya.
Selain itu, Sofyan juga menyebut dari informasi yang diterima bahwa sudah ada anggaran untuk pemasangan batu grib dari pemerintah untuk pantai Ulakan. Bantuan itu beramaan dengan anggaran pemasangan batu grib di daerah pasir baru yang sudah selesai dikerjakan, namun untuk pantai ulakan sampai sekarang belum kunjung dilakukan.
Sofyan mengaku tidak mengetahui pasti penyebab belum dipasangnya batu grib di pantai Ulakan itu. Ia berharap pemerintah secepatnya melakukan pemasangan batu grib. (z)





