METRO SUMBAR

Di Tengah Pandemik Corona, PHD Harus Siap Dampingi Jemaah Sumbar

0
×

Di Tengah Pandemik Corona, PHD Harus Siap Dampingi Jemaah Sumbar

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terus mengancam kesehatan masyarakat dunia. Berbagai aktifitas masyarakat dan pemerintah pun terhenti demi mencegah penyebaran virus corona ini. Namun pelayanan pemerintah kepada masyarakat harus tetap berjalan. Tak terkecuali layanan di Kementerian Agama.

Proses penyelenggaraan haji sudah dekat, sampai saat ini pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi bahwa ibadah haji dibatalkan belum ada. Namun segala persiapan tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya. Mulai dari pelunasan biaya haji, pengurusan paspor dan persiapan bagi petugas yang akan mendampingi jemaah.

Hal ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar melalui Kepala Bidang PHU, H. Joben disela-sela test Petugas Haji Daerah (PHD), Kamis (23/4) di Ruang Sikohat. Test wawancara ini dilaksanakan secara online melalui video conference zoom meeting.  Ini tes lanjutan dari ujian tertulis yang juga dilaksanakan secara online pada bulan Maret lalu, ungkap Joben.

“Test petugas Haji Daerah ini pertama kali dilaksanakan Kemenag Sumbar. Sebelumnya dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan Kanwil Kemenag sebagai tim penguji. Namun tahun ini tes PHD diserahkan penuh kepada Kanwil Kemenag Sumatera Barat,” tutur H. Joben.

Dari peserta yang kita wawancara kata Joben, niat dan kesungguhan untuk menjadi petugas tinggi sekali. Tetapi mereka tetap menunggu keputusan pemerintah Indonesia, jika jemaah haji diberangkatkan mereka siap melaksanakan tugas dengan baik. Mereka siap bertugas mendampingi jemaah haji Sumatera Barat ke Tanah Suci.

Diinformasikan Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah yang baru dilantik 17 April lalu, saat ini pemerintah Indonesia sedang menunggu keputusan Arab Saudi.

 ”Pilihannya hanya dua batal atau haji tetap dilaksanakan tidak ada opsi tunda. Karena haji ini tidak bisa ditunda pelaksanaannya ke bulan berikutnya,” ungkap Joben.

Seperti yang disampaikan Dirjen Haji dan Umrah, lanjut Joben jika nanti Arab Saudi memberikan kuota penuh atau dibatasi tetapi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan tetap memusyawarahkan dengan DPR, tim kesehatan terutama gugus percepatan pencegahan Covid-19.

“Sementara untuk persiapan yang dilaksanakan Kanwil Kemenag Sumbar tetap berjalan seperti biasanya. Saat ini Bidang PHU sedang disibukkan dengan penyusunan dokumen, pasport dan administrasi lainnya,” imbuh Joben.

Salah seorang peserta tes wawancara Ferimuslyani hamid yang berlatarbeakang dokter mengatakan Petugas Haji Daerah terutama di bidang layanan kesehatan sangat dibutuhkan kebaradaannya membantu tim medis yang mendampingi jemaah, karena jemaah haji kebanyakan lansia.

“Dengan jumlah jemaah kurang lebih 400 orang, sangat dibutuhkan dokter dan tim medis yang bisa melayani jemaah haji. Apalagi jemaah kita kebanyakan jemaah lansia (lanjut usia(,” ungkap Ferimusliyani.

Menurutnya,  melaksanakan ibadah haji ditengah wabah covid tentu sangat beresiko. Karena virus ini sangat berbahaya untuk kesehatan manusia. Apalagi jemaah kita lebih banyak lansia ini akan sangat mudah terserang virus ini.

Tes petugas haji daerah ini diikuti 22 orang, pelayanan umum 16 orang, pelayanan ibadah 3 orang dan pelayanan kesehatan 3 orang. Sementara tim penguji diantaranya, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Kepala Bagian Tata Usaha, Kabid PHU, Kabid Urais dan kasi Pembinaan Haji dan Umrah. (hsb/rel)