BUKITTINGGI, METRO
Kedatangan ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Negara Malaysia melalui pelabuhan Dumai, Riau, dicegat petugas saat melewati pos pemeriksaan pintu masuk Kota Bukittinggi dan Tanjung Pati, Limapuluh Kota. Kedatangan TKI ini, menambah kecemasan bagi masyarakat Sumbar terhadap penyebaran virus Covid-19. Untuk mengantisipasinya, ratusan TKI tersebut wajib mengikuti karantina selama 14 hari.
Ratusan TKI asal Sumbar tersebut masuk ke Wilayah Sumbar dengan dua unit bus. Mereka dicegat tim gabungan saat melewati pos pemeriksaan pintu masuk Kota Bukittinggi di lokasi check point Kelurahan Geregeh, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Kamis (23/4/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.
Keseluruh penumpang bus itupun kemudian diturunkan dan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, pendataan maupun penyemprotan disinfektan. Lantaran datang dari negara pandemi Covid-19, mereka kemudian dikarantina di Gedung Diklat Kemendagri, di Kecamatan Baso selama 14 hari.
Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso menjelaskan, dua bus yang kedapatan membawa TKI asal Malaysia itu berasal dari Dumai. Dua unit bus itu disewa dari Dumai dan akan berhenti di terminal Simpang Aur, selanjutnya TKI itu menyebar ke kampung asal masing- masing.
“Masuk dari Dumai kemarin sore dan pagi ini masuk Bukittinggi. Sampai pintu masuk Bukittinggi, bus kita cegat dan kita introgasi dulu. Kita kaget kenapa di perbatasan provinsi bisa lewat. Untuk itu, kita kawal bus menuju lokasi karantina di Baso,” kata AKBP Iman.
AKBP Iman menjelaskan, bus itu dicegat saat pemeriksaan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di cek poin perbatasan Bukittinggi dengan Payakumbuh. Bus itu berisi warga Sumbar yang berasal dari berbagai daerah seperti Padang, Pesisir Selatan, Bukittinggi dan lainnya.
“Mereka datang dari Malaysia melalui jalur laut ke Dumai, Riau. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan dengan bus ke Bukittinggi melewati perbatasan Riau – Sumbar di Limapuluh Kota. Rencananya, di Bukittinggi semua penumpang akan diturunkan namun di perbatasan sudah kita cegat,” ungkap AKBP Iman.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengaku kecewa dengan pengamanan di daerah sebelumnya. Pasalnya, dua bus tersebut bisa lolos masuk ke Sumbar, meski perbatasan dan daerah lainnya sudah dijaga.
“Kenapa bisa lolos seperti ini. Kita sedang terapkan PSBB, apalagi penumpang berasal dari daerah pandemi. Bahkan informasinya, bus akan berhenti di terminal Aur. Sekarang kedua bus kita masukkan ke lokasi karantina di Diklat Baso. Kalau kita biarkan seperti ini, bisa jadi resiko tinggi,” tegas Wako.
Sementara itu, Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi, Yulman mengatakan, 101 TKI itu berangkat dari Kota Dumai, Provinsi Riau, dengan menyewa dua bus untuk pulang ke daerah masing-masing.
“Mereka dari Malaysia, tapi naik bus di Dumai. Dari Dumai, kata mereka, mau transit di Terminal Aur Kuning. Lalu, mereka dicegat, tidak mungkin disebarkan begitu saja,” kata Yulman.
Menuurt Yulman, karena mereka berasal dari daerah pandemi penyebaran Virus Corona (Covid-19), maka keseluruhan TKI terpaksa dikarantina. Sebelumnya, mereka juga dilakukan pemeriksaan kesehatan serta penyemprotan disinfektan di dalam bus
“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah provinsi. Dipastikan mereka dikarantina dulu di Gedung Diklat Kemendagri, di Kecamatan Baso. Totalnya ada 101 orang,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Pemko Bukittinggi, 101 TKI itu setelah transit di Terminal Aur Kuning, kemudian akan dijemput kembali untuk melanjutkan perjalanan. Mereka ada yang menuju ke Kota Padang, Pariaman serta Kabupaten Pasaman, Tanah Datar hingga Pesisir Selatan.
“Karena kondisi saat ini, maka kami karantina dulu selama 14 hari, tapi itu nanti kewenangan provinsi lagi. Yang jelas kami lakukan pemeriksaan kesehatan, rata-rata normal. Kita juga lakukan pendataan,” pungkasnya.
22 TKI Dicegat di Limapuluh Kota
Selain di Bukittinggi, 22 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang memasuki wilayah Kabupaten Limapuluh Kota juga diperiksa secara intensif oleh petugas pos gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, di Tanjung Pati, Nagari Koto Tuo, pada Kamis (23/4).
“22 orang yang berasal dari Malaysia memasuki wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dari Riau subuh tadi. Mereka langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif, guna mencegah masuknya Covid-19 di wilayahnya. Karena mereka berasal dari daerah yang terdampak, maka dilakukan pemeriksaan secara intensif, mencegah penyebaran Covid-19,” kata Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi didampingi ketua Pusdaslops gugus tugas Limapuluh Kota, Joni amir.
Irfendi Arbi menjelaskan, sejauh ini, dari hasil berapa kali pemeriksaan rapid test tidak ditemukan gejala Covid-19 dari puluhan warga tersebut. Meski hasil pemeriksaan tidak ditemukan gejala, pihaknya tetap intruksikan untuk isolasi selama 14 hari, yang akan dipantau secara intensif oleh gugus tugas masing-masing nagari.
“Dari 22 warga tersebut, 20 diantaranya merupakan warga Limapuluh kota dan dua lainnya warga Kota Payakumbuh. Warga ini harus tetap dikarentina selama 14 hari, bahkan Kita sudah perintahkan camat untuk menyediakan tempat isolasi dikecamatan,” jelas Irfendi Arbi.
Terkait kedatangan warga itu, Irfendi Arbi juga mengajak masyarakat tidak cemas, sebab mereka belum tentu membawa penyakit. Dan merekapun telah melewati berapa kali pemeriksaan hingga sampai di Limapuluh Kota.
“Waspada tetap dengan melakukan protokoler kesehatan, tapi jangan sampai mengucilkan warga yang datang tersebut, karena belum tentu mereka membawa penyakit,” ujar Irfendi Arbi.
Sementara itu, Ketua Pusdaslop Gugus Tugas Limapuluh Kota, Joni Amir menyebutkan para pejuang devisa tersebut telah melakukan pemeriksaan sebanyak 4 kali. Bahkan, sebelum naik kapal di Malaysia menuju Dumai, Provinsi Riau, mereka juga telah dilakukan pengecekan dan sehat.
Kemudian, sesampai di Dumai, juga dilakukan pemeriksaan dan hasilnya juga normal. Dan sampai di Batas Provinsi Sumbar – Riau serta di Posko Utama Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota juga dinyatakan sehat. “Dan saat ini kita serahkan ke Kecamatan untuk dilakukan isolasi mandiri,” jelasnya. (pry/us)





