BERITA UTAMA

Prof Ganefri Menang Telak Pemilihan Rektor UNP

0
×

Prof Ganefri Menang Telak Pemilihan Rektor UNP

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Prof Ganefri kembali mendapat amanah sebagai Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) untuk periode 2020-2024 setelah menang telak dalam pemilihan yang dilakukan secara e-voting oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) bersama Senat UNP yang dilaksanakan di Auditorium UNP, Kamis (23/4).

Dalam pemilihan rektor ini, Prof Ganefri mendapatkan 126 suara. Disusul Prof Syahrial Bakhtiar dengan 3 suara, dan Dr Refnaldi dengan 2 suara. Total suara dalam pemilihan tersebut berjumlah 131 suara. Dengan rincian 85 suara dari senat dan 46 suara Kemendikbud.

Rapat senat tertutup agenda khusus pemilihan Rektor UNP Periode 2020-2024 tersebut dipimpin Ketua Senat Prof Z Mawardi Effendi didampingi Sekretaris Senat Prof Sufyarma Marsidin. Dalam pemilihan, Mendikbud diwakili Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemdikbud Dyah Damayanti.

Namun, dalam pemilihan Rektor UNP 2020-2024 tersebut hanya dihadiri oleh dua orang calon Rektor UNP yakni Prof Ganefri dan Dr Refnaldi. Sedangkan Prof Syahrial Bakhtiar tak hadir.

Ketua panitia pemilihan Rektor UNP, Dr Syahril mengatakan, Prof Ganefri unggul dari calon lainya dengan memperoleh 126 suara. Lalu Refnaldi dengan 2 suara dan Prof Syahrial Bakhtiar dengan 3 suara. Dia menyebutkan dari 96 anggota senat yang ada, sebanyak 85 orang yang hadir. Sedangkan 11 orang tak hadir. Lalu, suara Kemendikbud memiliki suara sebanyak 46 suara.

“Pelaksanaan rapat senat tertutup, bersama senat dan menteri dengan agenda pemilihan Rektor UNP periode 2020-2024 dengan tiga calon rektor dilakukan melalui e-voting, selama 50 menit. Rektor terpilih direncanakan dilantik pada 19 Juli 2020. Tapi kalau wabah Covid-19 masih berlanjut pelantikan berkemungkinan dilaksanakan dengan sistem online. Namun, kalau Covid-19 sudah berakhir pelantikan di Jakarta,” ujar Syahril yang juga menjabat Wakil Rektor II UNP.

Syahril menjelaskan, setelah pemilihan Rektor terlaksana, pihaknya akan membuat laporan tertulis, kemudian melengkapi riwayat hidup rektor terpilih, serta daftar kepangkatan terakhir, dan nilai kinerja dua tahun terkahir.

“Para calon Rektor yang tidak terpilih diminta menerima hasil ini dengan lapang dada, apalagi Pak Ganefri telah mengimbau bagaimana UNP ke depannya bisa lebih baik, tidak ada sekat-sekat, cukuplah dalam masa pemilihan terjadi riak-riak. Ke depan tidak ada lagi ego pribadi, sama-sama membesarkan UNP,” jelas Syahril.

Syahril berharap, supaya rektor terpilih mampu mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, kemudian kurikulum perguruan tinggi. Prodi yang baru, yang lama disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.

“Selain itu, Rektor terpilih membawa universitas ini ke tempat yang lebih baik, mengembangkan kesejahteraan, mengembangkan program-program yang berkaitan dengan peningkatan mutu, terutama kualifikasi perguruan tinggi. Ini sesuai arahan Pak Menteri,” ungkapnya.

Syahril menuturkan, dalam pemilihan itu, pihak panitia telah meminta izin pada Gubernur Sumbar terkait pelaksanaan pemilihan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumbar. Gubernur memberikan izin dengan catatan harus mengikuti protokol percepatan penaganan Covid-19 dan ketentuan dalam pelaksanaan PSBB. Menyikapi itu, panitia melakukan penyesuaian dalam proses pemilihan.

“Pemilihan calon Rektor UNP tetap mengacu kepada SOP penanganan Covid-19 di Sumbar. Seperti, jarak duduk antara anggota senat diberi jarak 2,5 meter. Lalu, sebelum masuk mesti mencuci tangan. Semua yang ada dalam ruangan mesti menggunakan masker. Bahkan ada yang mengenakan sarung tangan,” ujar Syahril.

Bahkan dalam surat yang diteken oleh Gubernur Sumbar tersebut, hanya memberikan waktu 1 jam. Yakni dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Namun proses pemilihan selesai sebelum pukul 10.00 WIB.

“Kita memang mengikuti protokol yang sudah ada. Dan ini juga mengikuti saran yang disampaikan gubernur Sumbar,” ungkap Syahril.

Syahril menyebutkan proses pemilihan dengan e-voting dan tetap menjaga kerahasian. “Pihak kementerian tak ada yang datang. Kita melakukan e-voting. Dan hasilnya sudah disepakati dalam rapat senat tertutup tersebut,” katanya.

Lalu terkait adanya calon rektor yang tak hadir, sesuai dengan aturan yang ada, proses pemilihan tetap dilaksanakan dan sah. “Satu calon memang tak hadir. Tidak ada panitia mendapatkan informasi. Namun dalam aturan senat tentang pemilihan rektor, tetap dilanjutkan dan sah,” tegasnya.

Sementara iru, Rektor UNP terpilih, Prof Ganefri menyampaikan terimakasihnya kepada senat dan kementerian. Dengan terpilihnya kembali sebagai Rektor UNP, menandakan kalau masih diberikannya kepercayaan untuk melanjutkan program yang telah disusun sebelumnya.

“Kita tentu berharap persoalan persoalan selama ini mungkin beda pendapat dari berbagai kelompok, kita harapkan dihentikan. Mari kita bersama-sama membangun lembaga ini, tentu UNP ini akan maju kalau kita bersama. Semua kelompok yang selama ini berbeda mari kita bersatu,” ungkap Ganefri.

Ganefri menjelaskan, salah satu program prioritasnya pada periode 2020-2024 adalah mengajukan perubahan bentuk universitas dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN BH).

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan laksanakan mengajukan ke Jakarat, proposal usulan dari UNP untuk perubahan PT BLU ke PTN BH,” jelas Ganefri.

Ditambahkan Ganefri, ia juga mengembangkan kampus baru di Tarok City, serta menata kembali UNP, karena dengan berubah bentuk tentu otonomi pengelolaan akademik dan pengelolaan keuangan akan diperoleh UNP, sebagai modal dasar mengembangkan lembaga.

“Kita juga mendorong pembukaan Prodi Kedokteran Keolahragaan atau Sport Medicine dan mendorong program Pasca Sarjana UNP, dalam visinya 2022-2024 ingin menjadi salah satu perguruan tinggi yang berakreditasi internasional dan bermartabat. Tentu kita ingin menjadi World Class University dan dengan kekuatan SDM ini mudah-mudahan ini bisa diwujudkan, dengan kebersamaan tentunya,” tutupnya. (**)