BERITA UTAMA

Pembunuhan di Sumur Tua masih Misteri

2
×

Pembunuhan di Sumur Tua masih Misteri

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Lebih dari enam bulan lamanya, kasus pembunuhan terhadap Johan Tampubolon (30), warga Medan, Sumatera Utara yang ditemukan membusuk di sumur tua di Pelabuhan Samudera Bungus, di depan kantor Syahbandar Dishubkominfo Padang, belum terungkap. Pelakunya masih berkeliaran.
Poksekta Bungus Teluk Kabung masih terus berupaya mengungkap siapa pelaku tega membunuh korban yang berada di Padang, karena bekerja di proyek pelelangan ikan Pelabuhan Bungus. Korban ditemukan membusuk dengan bekas luka sayatan di sekujur tubuh, pada  21 November 2015.
Kapolresta Padang AKBP Chairul Aziz melalui Kapolsek Bungus Kompol Alwi Haskar, mengatakan pihaknya telah memanggil 17 orang sebagai saksi. “Hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi mengarah kepada dua tersangka, EK dan ER rekan kerja korban di pelabuhan. Namun, kami belum memiliki bukti kuat untuk menjeratnya. Ada dua bukti yang harus didapatkan, yaitu HP dan pakaian korban, yang saat ini belum ditemukan. Kita sudah melakukan gelar perkara dan olah TKP sebanyak dua kali,” ungkap Kompol Alwi, Selasa (7/6).
Alwi menuturkan, selain itu, yang menguatkan kecurigaan, adalah dari keterangan saksi. Sebelum penemuan mayat itu, ER dan EK hendak pulang ke Sumatera Utara. Namun, saat ditanyakan korban ada di mana, ER berkata korban telah duluan berangkat ke Batam.
”Selain itu, EK juga sempat membayarkan hutang korban, dan saat ditanyai pemilik warung, di mana korban, EK mengatakan korban masih di belakang. Dari keterangan itu ada kejanggalan-kejanggalan. Namun untuk memeriksa kedua orang itu, penyidik mengalami kesulitan karena keduanya sudah berada di Sumatera Utara,” ujar Alwi.
Selain itu, penyidik belum menemukan barang bukti dan saksi-saksi pendukung. Dan, satu saksi kunci lain telah berada di Medan, yaitu agen penyalur kerja, yang mana kedua orang itu mengaku memukul korban sebelum pulang ke kampungnya.
”Kita sudah kirim surat pemanggilan namun saksi enggan memenuhi panggilan. Untuk itu, petugas memastikan dulu keberadaan saksi tersebut. Setelah itu kita akan berangkat ke Medan untuk BAP. Kami berjanji  akan terus menyelidiki kasus pembunuhan ini sampai tuntas sampai pelaku tertangkap,” tukas Alwi.
Terungkapnya identitas korban, saat dilakukan autopsi. Pihak rumah sakit menemukan anak kunci gembok. Dari sana polisi kembali melakukan olah TKP ulang. Dan ditemukanlah sebuah gembok dan kuncinya pas dengan yang ditemukan di dalam celana korban. Hasil autopsi ada dugaan korban dibunuh.
Setelah enam bulan kasus penemuan mayat ini berlalu, di lokasi pembunuhan itu, tampak sumur tua yang jaraknya dekat dengan posisi tubuh korban. Tak ada yang berbeda dari sebelumnya. Bahkan bangunan dekat sumur tua itu dibiarkan begitu saja padahal sebelum penemuan mayat, warga sekitar akan membangun sebuah warung. Karena adanya penemuan mayat sekitar enam bulan yang lalu dalam keadaan membusuk warga enggan untuk mendirikan warung disana.
Tarti (45), salah satu warga yang rumahnya dekat dengan sumur tua mengaku masih sedikit ada ketakutan sejak adanya penemuan mayat tersebut, dan kabarnya sampai saat ini polisi belum bisa mengungkap kasus ini, dan pelakunya belum ditangkap.
”Kita risih sewaktu ditemukan mayat tampa identitas itu, dua hari warga dihantui serasa ada bayangan sesosok tubuh hitam di sumur tua itu dan juga bau busuk yang sangat menyengat, tapi sekarang bau itu telah menghilang dan juga ketakutan ketakutan selama ini sudah ngak ada karena tempat itu telah diterangkan dengan alat penerangan,” katanya.
Sebelumnya, warga Kelurahan Labuhan Tarok Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung digegerkan dengan penemuan mayat pria dalam keadaan sudah membusuk di dekat sumur tua. Saat ditemukan, jasad Johan Tampubolon dalam keadaan tertelungkup dengan muka ditutup baju kaos. Tubuhnya ditutup dengan puluhan ranting kayu. Selain itu sekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka sayatan, bahkan tangan sebelah kanan nyaris putus dengan keadaan mayat telah mengeluarkan bau busuk. (rg)

Baca Juga  Bangun 10 Unit Sekolah Baru, Salurkan Beasiswa, Gubernur Mahyeldi Sukses Tingkatkan Pembangunan SDM di Sumbar