AGAM, METRO
Sebanyak 50 UMKM dari berbagai usaha di Kabupaten Agam memproduksi masker sendiri. Hal ini menyikapi tingginya kebutuhan masker saat pandemi corona (Covid-19).
Bupati Agam, Indra Catri meninjau langsung beberapa UMKM yang memproduksi masker tersebut. Seperti di Kecamatan Banuhampu dan Ampek Angkek, Rabu (1/4).
Ia mengapresiasi langkah yang diambil UMKM untuk memproduksi masker. Sebab saat ini masker adalah salah satu alat pelindung diri yang sulit didapat dan banyak dibutuhkan untuk memproteksi diri dari penyebaran Covid-19.
“Rata-rata setiap UMKM memproduksi masker 1.000 helai. Maka setiap harinya UMKM dapat membuat masker berbahan kain sebanyak 50 ribu helai,” ujarnya.
Indra mengungkapkan, ini bagian upaya untuk menyelamatkan masyarakat yang belum terpapar Covid-19. Hal tersebut sesuai gerakan “anda selamatkan saya, saya selamatkan anda”.
“Agam siap mensuplai masker. Untuk itu, setiap UMKM diminta menyebarkan nomor ponsel, supaya masyarakat mudah untuk mendapatkannya,” sebut Indra.
Indra meminta Disperindagkop dan UKM Agam agar mendukung UMKM dengan menyediakan bahan baku. Dengan adanya bahan baku tersebut, tentu lebih banyak lagi masker yang bisa diproduksi.
Salah seorang pelaku UMKM Ampek Angkek, Widianingsih menggeluti usaha ini sejak pemerintah menerapkan social dan physical distancing. Sebelumnya ia membuka usaha bidang kuliner. “Sejak mengalihkan usaha memproduksi masker, permintaan cukup tinggi, baik di kalangan masyarakat maupun tenaga medis,” terangnya.
Widianingsih yang mempekerjakan tujuh orang ini mampu memproduksi masker 900 hingga 1.000 helai. Bahkan ia bisa lebih banyak memproduksi masker, tergantung ketersediaan bahan. Satu helai masker dijualnya seharga Rp4 ribu. (pry)





