Seekor sapi milik warga Mandeh Pessel, diduga mati karena terkaman harimau.
PESSEL, METRO–Harimau Sumatera kembali menakuti warga hingga turun ke perladangan. Setelah pekan lalu, satwa dilindungi itu terjerat babi di kawasan Bukit Mandeh, Senin (30/5), Harimau Sumatera kembali masuk ladang di daerah Sungai Liku Ate, Kenagarian Sungai Liki Palanggai Ransir, sekitar pukul 10.00 WIB.
Diduga lapar, harimau ini menerkam sapi milik salah seorang warga setempat, hingga mengalami robek di bagian paha kanan hingga tersungkur. Kewi (60), pemilik sapi tersebut mengetahui kejadian itu saat dirinya hendak pergi ke ladangnya di Timbulun Tujuh Tingkek, sekitar pukul 10.00 WIB.
”Saat menuju ladang saya lihat ada harimau sedang menerkam ternak. Karena takut saya langsung berteriak meminta tolong,” kata Kewi.
Saat mengetahui ada harimau, warga berusaha menghalau dengan menggunakan kayu, sehingga hewan itu lari. Warga melihat ada jejak harimau di lokasi.
Kapolsek Ransir Iptu Busrial membenarkan, harimau yang turun ke ladang warga dan menerkam sapi milik petani warga. Di lokasi, katanya, ditemukan jejak harimau. Sedangkan, medan yang sulit dan licin membuat evakuasi ternak milik warga sulit dilakukan.
”Karena diterkam harimau, sapi tidak bisa berjalan dan berdiri. Jadi, harus digotong menggunakan kayu besar oleh warga,” jelas Iptu Busrial.
Sementara itu, Camat Ransir Irwan mengimbau masyarakat untuk tidak melepas hewan ternak atau memasuki ladang yang lokasinya jauh dari pemukiman masyarakat. Hal itu untuk mengantisipasi korban jiwa, jika sewaktu-waktu ada harimau yang memasuki perladangan.
”Menurut pawang harimau, untuk menghindari ancaman dari harimau maka warga harus ekstra hati-hati. Diperkirakan harimay masih berada diradius 150 kilometer dari kawasan Sungai Liki Palanggai Ransir. (m)





