BERITA UTAMA

Jalan Sumbar-Bengkulu Diblokade dengan Sampan

0
×

Jalan Sumbar-Bengkulu Diblokade dengan Sampan

Sebarkan artikel ini

Protes terhadap Pemkab Pessel yang mencuekin permintaan warga untuk mengantisipasi abrasi pantai, kemarin warga Karang Putih memblokade jalan dengan meletakkan sampan di jalan lintas provinsi.
PESSEL, METRO–Puluhan warga Kenagarian Karang Pauh, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), nekat memblokade jalan lintas provinsi Sumbar-Bengkulu, Senin (30/5). Warga memprotes abrasi pantai yang sudah menahun dan belum ada respon positif dari pemerintah daerah.
Aksi blokade jalan berlangsung selama satu jam dan membuat macet panjang di jalan lintas provinsi itu, warga meletakkan sebuah perahu di tengah jalan. Yuliardi (48), warga Karang Pauh mengatakan, warga kecewa karena Pemkab Pessel tidak memperdulikan keluhan warga terkait abrasi pantai. Padahal, akibat abrasi sejumlah warga sudah mulai terancam.
”Air laut sudah masuk ke dalam rumah kami. Jarak rumah kini sudah sangat dekat dengan bibir pantai. Kami sangat khawatir, apalagi cuaca mulai tidak bersahabat beberapa hari terakhir ini,” kata Yuliardi.
Dikatakannya, dulu jarak air laut dengan rumah warga mencapai 20-40 meter. Namun, saat ini hanya tinggal sekitar 1 meter.
”Diperkirakan sepanjang 800 meter lahan warga terus terkikis oleh abrasi, dan sebanyak 106 jiwa dengan 27 KK terpaksa mengungsi. Kami sudah sangat cemas sekali dan berharap Pemkab bisa memberi solusi terbaik,” ungkapnya.
Warga berharap perhatian dari Pemkab. Warga meminta Pemkab bisa membuat pengaman bibir pantai,  berupa penahan tebing (batu grip), sehingga warga tidak khawatir lagi rumahnya terkena abrasi pantai. ”Sekitar 2 tahun silam, dahulunya juga banyak tanah milik warga yang hilang akibat abrasi,” ungkapnya.
Warga sudah pernah membuat surat ke Pemkab. Bahkan, warga juga mendatangi gedung DPRD.
Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar saat mendatangi lokasi pemblokiran, mengatakan Pemkab akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar segera dilakukan percepatan pembangunan batu grip. ”Secepatnya kami membicarakan masalah ini ke provinsi,” tukas wabup. (m)