METRO SUMBAR

14 Nagari di Solok Minus Internet

0
×

14 Nagari di Solok Minus Internet

Sebarkan artikel ini

SOLOK, METRO
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok kembali memasang menara Telekomunikasi Seluler (Mini BTS/ Tower GM). Rencana ini untuk menunjang kelancaran komunikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena hingga saat ini, masih ada sekitar 14 nagari yang masih termasuk dalam Blank Spot Area.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok, Deni Prihatni, mengatakan, pembangunan menara tersebut dalam merealisasikan aspirasi masyarakat akan kelancaran komunikasi melalui jaringan telekomunikasi. Diharapkan dapat mendorong masyarakat dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang sangat bergantung kepada teknologi informasi.

Sebagai langkah persiapan, pihaknya juga sudah melakukan monitoring, sebagai tahapan dalam pembangunan menara dan pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat. Akses jaringan seluler dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama di Nagari Limaun Lunggo yang sebelumnya termasuk kedalam wilayah blank spot.

Menurutnya, Tahun lalu, Pemkab Solok juga membangun menara BTS di Nagari Surian. Meskipun demikian, khusus kawasan blank spot area Pemkab Solok juga telah memasang jaringan internet lewat satelit di 12 nagari yang termasuk daerah tertinggal di Kabupaten Solok, sebagai upaya pemerataan jaringan komunikasi.

“Permasalahannya, jaringan internet satelit daya jangkaunya tidak terlalu luas, sehingga masih terpusat di sekitaran pusat nagari. Hal ini disebabkan banyak kawasan yang belum mempunyai tower Base Transceiver Stasition (BTS), yang mana salah satu fungsinya yakni untuk memperkuat sinyal yang diterima,” ujar Deni.

Namun pemasangan tower BTS tersebut biayanya yang sangat mahal, Satu BTS biayanya mencapai satu miliar rupiah. Hingga saat ini, masih ada sekitar 14 Nagari yang termasuk Blank Spot Area.

Pihaknya juga sudah mengajukan program Badan Aksesibilitas telekomunikasi dan informasi (Bakti) ke kementerian Kominikasi dan Informatika. Namun status Kabupaten Solok yang bukan daerah tertinggal, membuat program tersebut tidak bisa dijalankan di Kabupaten Solok.

“Program Bakti itu hanya untuk kabupaten tertinggal, sangat disayangkan, yang jelas kita upayakan selalu untuk mengurangi daerah tidak terjangkau sinyal, biar masyarakat bisa berkomunikasi di tiap sudut nagari,” tutupnya. (vko)