LIMAPULUH KOTA, METRO
Di tengah upaya Pemerintah memutus mata rantai penyebaran dampak virus corona di Indonesia, ternyata berbanding terbalik dengan tingginya mobilitas orang yang melakukan perjalanan pulang kekampung halaman, tidak terkecuali di Limapuluh Kota.
Tercatat dalam rentan waktu 11 hari sejak 20 Maret 2020 ada 3.590 orang sudah tiba di Kabupaten Limapuluh Kota dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, Malaysia. Kedatangan, Perantau asal Limapuluh Kota, masuk melalui berbagai pintu masuk Sumatera Barat seperti Bandara BIM, Perbatasan di Limapuluh Kota dari Riau, Dharmasraya dan Pasaman
Meski banyaknya masyarakat Perantau yang pulang Kampung ke Limapuluh Kota, namun sudah tercatat dan masuk orang dengan pelaku perjalanan dari daerah atau negara terjangkit. Sehingga 3.590 orang warga Limapuluh Kota dari rantau sudah mendapatkan Kartu Health Alert Card. Dan harus melakukan isolasi sendiri selama 14 hari.
Juru bicara gugus tugas penanganan Vovid-19 di Limapuluh Kota, Yulva Roza didampingi Ketua Posdalops Limapuluh Kota, H Joni Amir di posko pencegahan penanganan covid-19 Limapuluh Kota di Eks Kantor Bupati Lama, Jalan Sudirman, Pusat Kota Payakumbuh, membenarkan tingginya angka mobilitas orang pulang kekampung di Limapuluh Kota.
“Semua orang yang datang dari daerah terjangkit atau PPT kita tercatat 3.590 orang, dan sudah dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan kita berikan HAC atau kartu peringatan kesehatan,” jelas Yulva Roza, dihadapan Wartawan, Selasa (31/3) memberikan informasi perkembangan dampak penyebaran covid-19 di Limapuluh Kota.
Yulva Roza, menyebut hingga Selasa (31/3) siang tercatat ada sebanyak 114 orang dengan status OPD, dan 7 orang PDP. Dari 7 orang yang berstatus PDP 4 orang sudah dinyatakan negatif setelah keluar hasil tesnya. “Saat ini 1 orang tinggal menunggu hasilnya dan 2 orang baru akan dilakukan tes bila alat RT-PCR yang dipesan sebanyak 500 unit oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota,” ucapnya.
Dia menghimbau kepada orang dengan satatus PPT dan ODP untuk melakukan isolasi mandiri, bukan berarti mengasingkan hubungan silaturahmi dengan masyarakat lainnya. Namun lebih kepada upaya untuk menjaga masyarakat dari penyakit menular ini.
“Potensi penularan dengan adanya orang yang pulang kampung tentu akan besar,” ucapnya.
Ketua Posdalops Kabupaten Limapuluh H Joni Amir, menyebut untuk saat ini untuk perbatasan Sumbar-Riau, posko di Ribo Data, Kecamatan Pangkalan, sudah kembali melakukan aksi jemput bola untuk dengan menyetop setiap kenderaan yang lewat untuk diukur suhu tubuhnya. Bila didapati gejala-gejala mengarah kepada Covid-19, dengan suhu tubuh tinggi, maka akan diperiksa lebih lanjut di dalam posko.
“Sudah, jadi memang dari penyetopan aksi jemput bola diperbatasan itu diketahui ada perantau dengan tujuan Limapuluh Kota dari arah Riau. Bahkan jiha ada perantau kita dari Malaysia. Dan memang saat ini petugas Kita diperbatasan sudah dilengkapi dengan APD,” jelasnya. (us)





