ADINEGORO, METRO
Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade menyebutkan, meski waktu pencoblosan Pilkada serentak akan ditunda sampai 2021, proses penjaringan kandidat di Partai Gerindra tetap berlangsung. Bahkan, hal ini menguntungkan, karena memperpanjang waktu sosialisasi para calon yang akan maju melalui partai pemenang Pemilu di Sumbar ini.
“Memang benar, ada opsi penundaan tiga bulan, sembilan bulan sampai satu tahun dari jadwal 23 September 2020. Bagi partai kami tentu itu tak jadi masalah, apalagi sekarang kita sedang menghadapi masalah virus corona atau covid-19. Kalau dipaksakan, tentu akan buruk pula akibatnya. Karena tak ada lagi yang memikirkan Pilkada,” kata Andre yang juga anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 ini, kemarin.
Andre menyebut, saat ini, proses penjaringan bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wawako se-Sumbar tetap berjalan. Semua DPC Gerindra Kabupaten/Kota telah melaporkan hasilnya ke DPD Gerindra Sumbar, langsung digodok dan di bawa ke DPP Gerindra di Jakarta. Saat ini, tinggal menunggu keputusan pusat saja.
“Untuk calon Gubernur sepertinya tidak akan berubah dari nama Pak Nasrul Abit yang juga Wakil Gubernur saat ini. Dia adalah kader Gerindra yang pernah menjadi ketua DPD Gerindra Sumbar, serta mengantarkan partai ini banyak memenangkan Pileg di Kabupaten/Kota. Soal wakilnya, kita masih menunggu. Mungkin Gerindra tak berkoalisi, atau minimal satu koalisi saja,” kata Andre yang tetap memastikan tidak tertarik maju di Pilkada 2020 ini.
Andre menyebutkan, sejumlah bakal calon Bupati/Wali Kota yang akan diusung Gerindra juga sudah mengerucut. Apalagi, juga sudah dilakukan survei perdana. Untuk menentukan elektabilitas para calon yang sudah merapat atau mendaftar ke Gerindra sebelumnya. Hasil survei, menjadi modal awal untuk menentukan seorang calon berpotensi menang atau tidak.
“Kami akan terus melakukan pematangan calon-calon tersebut. Begitu juga dengan pasangan koalisi kalau belum memenuhi syarat minimal kursi atau suara Pileg. Biasanya, Gerindra akan memberikan kebebasan calon Bupati/Wako untuk mencari pendampingnya. Sementara untuk calon pasangan koalisi, partai akan lebih dominan,” sebut Andre Rosiade.
Andre berharap, semua kader Gerindra, baik yang mau maju di Pilkada atau tidak, tetap melakukan upaya membantu masyarakat mengatasi virus corona. Karena Gerindra adalah partai yang harus berarti untuk masyarakat. Kalau tidak, maka dia tidak akan berguna, apalagi sebagai pemenang Pileg.
Sebelumnya Andre mendukung kesepakatan bersama antara Menteri Dalam Negeri, Komisi II DPR RI, KPU dan Bawaslu terkait penundaan Pilkada serentak 2020. Opsi sementara yang paling tepat, katanya, menunda selama enam bulan, atau pencoblosan dilakukan Maret 2021.
“Kondisi sekarang membuat semua tak akan bisa fokus untuk menyelesaikan tahapan-tahapan Pilkada yang telah berlangsung. Semua akan melakukan pencegahan penyebaran wabah corona atau covid-19 yang semakin meluas. Pilkada serentak seharusnya memang ditunda,” katanya. (r)





