TANAHDATAR, METRO
Semakin meningkatnya kasus Covid 19 di Sumbar beberapa hari terakhir, pemerintah provinsi menggelar telekomference dengan kabupaten dan kota untuk mengetahui dan mengimpun langkah untuk pencegahan penyebaran virus ini lebih ketat lagi.
Dalam arahan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dalam telekomference, Minggu (29/3) mengharapkan, kabupaten dan kota se Sumatera Barat siap dan waspada untuk menanggulangi penyebaran Covid 19. “Pemerintah provinsi ataupun pemerintah kabupaten dan kota telah menghimbau kepada perantau untuk tidak mudik, namun himbauan tidak dihiraukan karena dilihat di lapangan, sangat banyak perantau kita yang pulang, disinilah peran dan langkah apa yang hendaknya kita laksanakan ke depan,” ujar Nasrul.
Karena itu, tambah Wagub Nasrul Abit, diharapkan daerah perbatasan ataupun pintu masuk dari provinsi lain yang sudah masuk kawasan terjangkit untuk mendirikan posko pemeriksaan kesehatan dan pendataan sehingga nantinya bisa dilakukan pengawasan lebih lanjut di tempat tujuan perantau. “Delapan pintu masuk ke Sumbar akan ada posko pendataan dan pemeriksaan akan diperketat melibatkan pihak kesehatan termasuk TNI dan POLRI sehingga bisa mengetahui kalau ada yang terindikasi atau ODP sehingga perlu dilakukan karantina dan pengawasan lebih lanjut di daerah tujuannya,” kata Nasrul.
Terkait dengan peningkatan ODP, Wagub menghimbau agar ia lakukan isolasi mandiri atau bahkan bisa berlakukan karantina wilayah untuk memutus penularan Covid 19. “Kita himbau yang dalam status ODP untuk lakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing setidaknya 14 hari, apabila kedapatan melanggar atau berada dikeramaian, petugas berhak menindak tegas dan lakukan karantina khusus, sementara untuk Kabupaten/kota juga dipersilahkan mengambil langkah pembatasan orang masuk dan keluar dari daerahnya, namun tentu juga harus mempersiapkan tempat untuk karantina bagi mereka yang sudah terlanjur datang,” tegas Nasrul.
Sementara itu Wabup Tanahdatar Zuldafri Darma dalam telekomference didampingi Ketua DPRD, Sekda, Kepala OPD, dan Forkopimda menyampaikan, Pemerintah Tanahdatar siap mendukung keputusan bersama tentang upaya agar penyebaran Covid 19 bisa dihilangkan atau diputus. “Kita siap mendukung berbagai upaya pemerintah provinsi dalam mencegah penyebaran Covid- 19. Tanahdatar sendiri sampai saat ini terus menunjukkan grafik meningkat dalam kasus ODP, PDP maupun notifikasi,” ujar Zuldafri.
Sebagai langkah antisipasi, tambah Wabup, untuk lakukan karantina terpusat, Pemda sudah diizinkan memakai ruang diklat Kemendagri di Baso Agam. “Alhamdulillah, kita sudah peroleh izin untuk memakai asrama diklat di Baso untuk karantina ODP warga Tanahdatar, namun tentunya kami juga butuh bantuan pihak Pemprov Sumbar terutama untuk Alat Pengamanan Diri (APD) petugas kita nantinya,” tukas Zuldafri.
Sementara itu, sesuai data dari Posko Gugus Tugas Tanahdatar, hari ini orang yang lakukan pemeriksaan (notifikasi) termasuk perantau yang pulang ada 3.007 orang, ODP 173 orang, PDP 4 orang dan 1 orang positif Covid 19. (ant)





