KHATIN, METRO
Para pengemudi ojek online mengeluhkan sepinya penumpang akibat mewabahnya virus corona, sehingga berimbas terhadap pendapatan. Sepinya penumpang ini dirasakan para ojek online sejak pemerintah mengalihkan pelajar dari aktivitas di sekolah ke rumah dan juga perguruan tinggi.
Salah seorang pengemudi ojek oneline, Randi (31) mengaku, biasanya dalam sehari, penghasilannya bisa mencapai Rp300 per hari. Namun kini dalam sehari ia hanya mendapatkan Rp100 ribu.
“Kami para ojek one line biasanya, mengandalkan pelajar, mahasiswa dan pegawai kantor. Kini sejak libur, otomatis mempengaruhi penghasilan kami,” ujarnya.
Ojek on ine lainnya, Arief (34) mengaku pasrah dengan kondisi saat ini. “Mau bagaimana lagi, kalau kami di rumah nanti kami mau makan apa. Terpaksa kami ke jalan. Mana tahu ada membutuhkan jasa kami, sehingga kami mendapat uang,” tuturnya.
Ia juga mengaku, setiap kali ia mengendarai sepeda motor, dirinya selalu memakai masker sebagai pelindung diri. “Yang penting harus tetap waspada,” ucapnya.
Tak hanya Randi dan Arief, pengemudi ojek online lainnya yakninya Edy (42) selalu bersyukur dengan penghasilan yang didapatkannya.
“Berapa pun itu saya tetap bersyukur, yang penting saya dan keluarga bisa makan,” tandasnya.
Ia berharap, agar covid-19 dapat cepat berakhir, sehingga para driver ojek online dapat beraktivitas seperti biasa. Disisi lain, driver Gocar, Roni mengatakan, rencana yang diusung pemerintah sebagai respon dari keluhan menurunnya jumlah penumpang transportasi umum seperti ojek online sudah tepat dan buruk realisasinya ke daerah khususnya ke Sumatera Barat.
“Kita menyambut baik dan apresiasi, kebijakan pemerintah tersebut. Namun sampai sekarang kami belum terjadi realisasinya di Kota Padang. Saya tetap membayar cicilan mobil sebanyak itu juga. Pihak leasing pun mengaku tidak tahu akan edaran pemerintah tersebut,” katanya.
Ia berharap pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi terkait rencana relaksasi kredit tersebut apabila memang sebenarnya.
Pengemudi driver online lainnya, Fero mengatakan, hal tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada driver ojek online dan mengikat perusahaan leasing. “Agar semua pengusaha finance dapat mematuhi regulasi yang dibuat oleh pemerintah, “ katanya.
Pria yang juga mahasiswa yang salah satu PTN di Kota Padang itu berharap, kebijakan tersebut dapat segera terbit. Sehingga beban driver ojek online di tengah wabah virus corona dapat diringankan.
“Kebijakan yang disertai regulasi yang kongkrit mengenai penangguhan kredit ini sangat membantu driver ojol yang ada yang menggantungkan hidupnya disini,” tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berjanji memberi kelonggaran untuk tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan dalam pembayaran cicilan kredit kendaraan. Hal itu disampaikan Jokowi saat rapat dengan para gubernur melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3) lalu.
“Tukang ojek dan sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit, saya sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” ujar Jokowi. (cr1)





