METRO PADANG

RSUD Rasidin jadi RS Khusus Covid-19

0
×

RSUD Rasidin jadi RS Khusus Covid-19

Sebarkan artikel ini

A YANI, METRO
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin Padang sebagai rumah sakit untuk pasien Covid-19.

“Kita siapkan dan fokuskan RSUD kita untuk jadi tempat isolasi penanganan pasien Covid-19 ini,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengungkapkan, bahwa sebelumnya Pemko Padang juga telah menjalin konsolidasi dengan RSUP M Djamil Padang, Semen Padang Hospital (SPH) dan Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) untuk menangani pasein Covid-19.

“Kita menginginkan penanganan pasien Covid-19 ini menjadi satu pintu sehingga dapat terkontrol. Untuk itu kita tetapkan RSUD dr Rasidin Padang menjadi rumah sakit penanganan pasien Covid-19 untuk masyarakat Kota Padang,” tukas Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan, selain menangani pasien Covid-19 khusus masyarakat Kota Padang, juga digunakan bagi masyarakat yang masuk ke Kota Padang. “Masyarakat luar, masuk Kota Padang terutama dari daerah yang terjangkit, baik itu statusnya orang dalam pemantauan (ODP) atau terindikasi Covid-19, kita akan karantina di RSUD dr Rasidin Padang ini,” tandas Mahyeldi.

Baca Juga  Kampanye di Bukittinggi, Andre Rosiade: Insya Allah Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Mahyeldi menjelaskan, mulai Senin (3/3), Pemko Padang akan mempersempit jalur masuk kendaraan ke Kota Padang. Termasuk yang datang dari BIM melalui jalan Bypass dan perbatasan Padang dengan Padangpariaman.

“Kita akan mempersempit jalan-jalan utama yang menuju pusat kota seperti, di rel kereta api rawang dari arah Painan, Lubuk Buaya, dan Simpang Lubuk Begalung (Lubeg). Termasuk akan kita berlakukan jam malam untuk menutup penyebaran Covid-19,” sebut Mahyeldi

“Kita mempersempit beberapa jalur untuk masuk ke Kota Padang terutama untuk di malam hari, “ terangnya.

Ia beharap, upaya-upaya yang akan dilakukan ini dapat memperlambat perkembangan Covid-19. Sekaligus mempermudah koordinasi dengan masyarakat yang akan masuk ke Kota Padang.

“Dengan adanya upaya yang kita lakukan ini juga diharapkan akan mempercepat Kota Padang keluar dari status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19,” harap Mahyeldi.

Baca Juga  Cegah Covid-19, MTsN 2 Lakukan Penyemprotan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid mengatakan, tidak hanya ODP di Kota Padang saja yang dikarantinakan. Namun masyarakat luar Kota Padang yang berstatus ODP juga akan dikarantinakan di RSUD dr Rasidin Padang.

“Kalau ada ODP masuk Kota Padang, kita akan karantikan selama 14 hari kedepan di RSUD dr Padang,” bebernya.

Sementara itu, dari data yang ada website dinkes. padang.go.id, hingga pukul 16.35 WIB kemarin, ada 125 orang berstatus ODP. Kemudian, pasien dalam pengawasan (PDP) ada delapan orang, terkonfirmasi positif ada empat orang, negatif ada empat orang dan meninggal satu orang.

Pasien yang positif corona berada di dua kecamatan. Yaitu di Padang Timur ada tiga orang dan Lubuk Begalung ada satu orang. (tin)