PASAMAN, METRO
Dalam mengatasi dan mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19) di Kabupaten Pasaman, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman memanfaatkan keahlian para anggota lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah itu untuk memproduksi masker.
Hal itu mengingat sulitnya menemukan salah satu alat pelindung diri (APD) masker di daerah tersebut. Alhasil ribuan masker di daerah itu sudah mulai di distribusikan sejak Kamis (26/3) untuk dibagikan kepada para warga di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman M.N Susilo mengatakan, langkah itu diambil untuk mengatasi kondisi kelangkaan masker di tengah kebutuhan melonjak saat ini.
“Proses produksi masker secara massal kita mulai dari kemarin Kamis (26/3). Para penjahit adalah lulusan dan alumni BLK yang pernah dilatih. Mereka terdiri dari 16 orang untuk menjahit ribuan masker dalam waktu sepuluh hari kedepan,” kata M.N. Susilo saat dihubungi melalui via telekomunikasi Jum’at (27/3).
Susilo mengatakan, kegiatan menjahit ribuan masker ini merupakan kegiatan kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui UPTP BLK Padang sebagai perwakilan Kemnaker RI di Sumbar, Riau dan Kepri.
“Sesuai arahan Menteri Tenaga Kerja secara langsung sebagai upaya ikut serta mencegah peningkatan pandemi virus corona, BLK melalui alumninya yang sudah bisa menjahit membuat masker dari kain khusus. Tidak seluruh BLK, se Indonesia hanya 77 BLK yang ditugaskan, termasuk salah satunya UPT BLK Lubuk Sikaping,” katanya.
Susilo berharap, dengan produksi massal masker ini bisa dipergunakan warga disaat langkanya masker dan tingginya harga masker di Pasaran.
“Jika sudah selesai di jahit, nanti kita akan serahkan kepada Bapak Bupati Pasaman untuk diserahkan ke Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Gugus Tugas Covid-19, BPBD, PKK, DWP untuk dibagikan ke warga,” katanya.
Sementara Kepala UPT BLK Lubuk Sikaping, Haryadi menyebutkan dalam produksi massal masker tahap satu ini ditargetkan menghasilkan 3.200 buah masker siap pakai.
“Tiap rombongan alumni ini terdiri dari 16 orang. Setiap orang ditargetkan memproduksi minimal 25 masker. Jadi dalam waktu 10 hari kedepan ditargetkan bisa memproduksi 3.200 masker,” ungkap Haryadi. (cr6)





