SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Rapat Paripurna DPRD Sawahlunto Diundur, Akibat Virus Corona, Sejumlah Museum ditutup

0
×

Rapat Paripurna DPRD Sawahlunto Diundur, Akibat Virus Corona, Sejumlah Museum ditutup

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO
Merebaknya bahaya wabah virus corona (Covid 19) membuat agenda Rapat Paripurna DPRD Kota Sawahlunto yang awalnya sudah dijadwalkan hari ini Senen 23 Maret 2020, diundurkan sampai kondisi aman.

Agenda rapat untuk hari ini adalah mendengarkan Jawaban/Tanggapan Walikota atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap 6 Ranperda Kota Sawahlunto Tahun 2020.

Pengunduran Rapat Paripurna ini disampaikan Ketua DPRD Sawahlunto, Eka Wahyu.SE melalui Surat DPRD Sawahlunto Nomor : 175/169/DPRD-Swl/2020, tanggal 20 Maret 2020.
Keputusan ini diambil berdasarkan Surat Edaran Walikota Sawahlunto Nomor : 360/131/BKP-PBD/SWL/2020 tanggal 20 Maret 2020 tentang Antisipasi Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kota Sawahlunto.

Baca Juga  PMI Sumbar Asesmen PMI Sijunjung

Eka Wahyu mengatakan, dewn menyerahkan kembali kepada Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Sawahlunto untuk mengagendakan kembali Rapat Paripurnanya.

Sementara itu Sekwan DPRD Sawahlunto, Dedi Ardina membenarkan, surat Pengunduran Rapat Paripurna tersebut. “ Kita bersama Badan Musyawarah (Bamus) DPRD akan terus berkoordinasi dengan pihak Pemko Sawahlunto. Mudah-mudahan suasana tanggap darurat Covid -19 di Kota Sawahlunto ini bisa cepat berakhir.” Ujar Dedi.

Menyangkut dampak ancaman virus corona ini, menyebabkan sejumlah museum di Sawahlunto tutup mulai 23 Maret 2020 sampai tanggal 5 April 2020. Museum yang ditutup tersebut meliputi museum gudang ransum, lobang mbah suro, kereta api, museum tari, alat musik dan museum lukis dan etno kayu. (cr2)

Baca Juga  Kementerian LH Beri Pendampingan dan Pembinaan Tata Kelola Sampah di Sawahlunto