PADANG, METRO–Air mata terus mengalir di pipi Ermansyah (41), saat menyaksikan tubuh putrinya terbujur kaku. Anak yang pamit ke pasar malam dalam kondisi bugar, namun pulang sudah tidak bernyawa. Sang anak, Niki Febrianti (13), meninggal usai menikmati wahana permainan kapal Colombus di Pasar Malam Kotobaru, Kecamatan Lubukbegalung, Rabu (18/5) sekitar pukul 21.30 WIB.
”Ibunya meninggal mendadak pada 2005 lalu di salah satu tempat perbelanjaan saat menaiki ekskalator. Kakak dia juga meninggal dunia mendadak ketika berjalan ke masjid untuk mengaji. Anak saya memang mengidap penyakit lemah jantung,” kata Ermansyah sambil terisak nangis.
Kematian salah satu pengunjung pasar malam itu membuat pengunjung kaget. Murid SD ini sudah tak sadarkan diri saat diturunkan dari kapal, sementara celananya basah. Nahas, korban menghembuskan napas terakhir di RST Reksodiwiryo.
Menurut ayah korban, putrinya pamit untuk pergi ke pasar malam bersama dua temannya, Windi Trakosia (14) dan Bunga (19). Sesampai di pasar malam dan berjalan sambil menikmati suasana pada malam itu, Niki Febrianti bersama temannya tertarik untuk menaiki salah satu wahana permainan.
Setelah membeli tiket, ketiganya langsung naik kapal. Setelah seluruh pengunjung naik dan bersiap, operator wahana kapal Colombus, Ario Caniago (38) kemudian menghidupkan dan menjalankan permainan itu.
Setelah mesin permainan hidup, wahana itu pun mulai bergerak mengayun dan para pengunjung lain yang menaiki permain itu langsung kegirangan dan bersorak. Namun, Niki Febrianti, ketika wahana baru mengayun satu kali, dia langsung pingsan dan tersandar ke bahu tenannya. Melihat temannya pingsan, Windi Trakosia dan Bunga langsung berteriak keras kepada operator dan memberi tahu bahwa temannya pingsan.
Operator yang mendengar teriakan tersebut langsung mematikan mesin permainan dan mengangkat korban yang dibantu dengan rekan lain menuju ke salah satu rumah warga. Ketika itu korban pingsan dan celananya basah akibat kencing.
Sesampai di salah satu rumah warga dan diberikan pertolongan namun korban tetap tidak sadarkan diri. Melihat kondisi tersebut, warga pun langsung membawa korban ke RST Reksodiwiryo. Setelah di rumah sakit dan dilakukan pertolongan tim medis ternyata Niki Febrianti telah meninggal dunia.
Kapolresta Padang AKBP, Chairul Aziz melalui Kapolsek Lubukbegalung Kompol Asril Prasetya kepada wartawan, Kamis (19/5) mengatakan, setelah olah TKP tidak ditemukannya kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Menurut keterangan orang tua korban, anaknya mengidap penyakit serangan jantung.
”Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas. Selain itu, pihak keluarga juga menolak visum luar. Korban dikurbutkan di kampung halaman di Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan,” ungkap Asril. (rg)





