PADANG, METRO–Kelakuan para penjahat kelamin semakin menjadi. Tak memandang siapa korban dan usia. A (25), menjadi korban pelampiasan nafsu birahi dua pria, pada Selasa (17/5) lalu, di salah satu rumah kos di Tunggul Hitam, Kecamatan Kototangah. Bejat. Pelaku tanpa prikemanusiaan tega menodai wanita muda penyandang disabilitas ini.
Wanita asal Kecamatan Padang Selatan ini, tidak menduga sama sekali jika akan mengalami peristiwa pahit itu di kehidupan masa mudanya. Padahal, awalnya A sangat berharap para pelaku memang benar-benar akan menjadikannya sebagai model. Namun, rupanya itu hanya kedok bagi para pelaku, PI dan RY untuk menggarap korban.
Kemarin, A nampak sangat gugup dan takut. Ia terlihat cemas saat menceritakan kisahnya melalui secarik kertas di hadapan petugas Polresta Padang. Ya, A, mengalami gangguan bicara. Setiap pertanyaan dijawab dengan tulisan di atas kertas.
A terlihat masih trauma saat ditanya polisi. Ia mengaku, mengenal kedua pria tersebut, PI dan RY melalui BlackBerry Messenger (BBM). Korban kemudian berkomunikasi melalui chat di BBM dengan pelaku. Saat itulah, pelaku menawarkan kepada korban untuk dijadikan model dan mengajaknya bertemu untuk difoto. Tergiur dengan ajakan pelaku, korban sepakat untuk bertemu di rumahnya.
Selasa, (17/5) siang, korban kemudian dijemput oleh pelaku berinisial PI dengan sepeda motor. Tanpa curiga, korban dibawa ke Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, ke rumah rekannya, R.
Setelah tiba di rumah kos itu, korban diajak berfoto-foto dengan berpose layaknya seorang model. Korban lagi-lagi tidak curiga saat pelaku menawarinya air mineral. Setelah meminum air mineral itu, korban langsung tak sadarkan diri.
Saat itulah korban diduga diperkosa oleh dua sekawan itu. Setelah terbangun korban melihat pakaiannya sudah berantakan dan pada tubuhnya terdapat banyak bekas berwarna merah. Setelah terbangun korban kemudian diantar oleh pelaku kembali ke rumahnya.
Setiba di rumah, A kemudian menceritakan kepada kakak iparnya. Mendengar cerita adiknya itu, ibu korban yang ikut mendengar langsung kaget. Korban nampak sangat ketakutan.
”Rabu (18/5) sekitar pukul 17.00 sore orang tua korban yang mendampingi korban sudah mendatangi Polsek Padang Utara untuk melapor. Setiba di sana, korban dibawa personel Polsek Padang Utara mendatangi lokasi kejadian,” ungkap Kapolresta Padang, AKBP Chairul, Kamis (19/5).
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Abdus Syukur, mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban, nomor LP/666/ K/V/ 2016/ SPKT UNIT III. Untuk membuktikan apakah korban diperkosa, maka dilakukan visum.
“Saat ini kita masih menungu hasil visum dan sedang proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Selain itu, identitas pelaku juga sudah dikantongi,” kata Abdus Syukur.
Berdasar keterangan korban yang menutupi wajahnya dengan kerudung warna ungu selama pemeriksaan, diduga korban tidak sadar setelah meminum air mineral yang diberikan oleh kedua pria berinisial PI dan R. Kuat dugaan air sudah dicampur dengan obat tidur atau obat lainnya. (rg)





