SAWAHLUNTO, METRO
Kota Sawahlunto cukup heboh sepanjang Jumat (20/3). Pasalnya, seorang warga Desa Tumpuak Tangah. Kecamatan Talawi diinformasikan terkena virus corona atau covid-19 setelah pulang dari Malaysia seminggu yang lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Sawahlunto Yasril mengatakan, pasien itu belum bisa dikatakan sudah PDP (pasien dalam pengawasan). Karena, perlu pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP M Jamil Padang.
“Siang ini langsung kami bawa ke Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya kepada media di Posko Tanggap Covid-19 Dinkes Kota Sawahlunto Sungai Durian, Jumat (20/3).
Dikatakannya, pasien yan diduga suspect corona berasal dari Talawi, berinisial AM (63). Dia baru pulang dari Malaysia 13 Maret 2020. Sudah dua hari AM mengalami demam mencapai suhu 39 derajat Celcius. Oleh sebab itu pihak keluarga berinisiatif membawa langsung ke RSUD untuk penanganan selanjutnya.
Namun ternyata kepanikan dari pihak keluarga tidak terbukti berdasarkan hasil pemeriksaan dari RSUD Sawahlunto. AM dinyatakan hanya terkena diare dan sering mencret serta panas tinggi.
Apalagi, katanya, permintaan RSUP M Djamil Padang, pasien yang dikirim harus benar-benar diseleksi dan memiliki gejala terkena covid-19 yang jelas. Setelah dilakukan ronsen di RSUD Sawahlunto ternyata hasilnya tidak mendukung. AM hanya disebut terkena diare biasa.
“Iya dibatalkan rujukan ini berdasarkan hasil ronsen dari RSUD Sawahlunto. Sekarang kita masukkan ke ruang isolasi dulu untuk diobservasi oleh tim medis kita dan tetap dalam ODP (orang dalam pengawasan),” katanya meralat informasi sebelumnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh dokter spesialis paru dr Ardianov. Katanya, dari hasil labor sel darah putih AM bukan di bawah 5.000 tapi lebih dan di atas 12.000. Pasien demam, batuk dan mencret, khusus untuk sakit tenggorokan tidak ada. “Karena mencret kita rawat dulu sehari atau dua hari secara intensif di RSUD. Jika mencretnya hilang akan disarankan dibawa ke rumahnya,” ungkap Ardianov.
Kepala Kesbangpol dan BPBD Kota Sawahlunto Adriyusman mengatakan, tindakan selanjutnya jika terbukti pasien AM terinveksi adalah dengan melihat riwayat perjalanannya selama di Sawahlunto. Dengan siapa dia berinteraksi, tetangga, kerabat dan keluarganya, nanti akan diperiksa lebih lanjut secara detail dan rinci riwayat kesehatan yang langsung berinteraksi dengan pasien.
Dia juga mengimbau agar masyarakat jangan cemas dulu. Biasakan pola hidup sehat, jauhi keramaian, dan kalau tidak perlu keluar rumah jangan berpergian dulu. “Oleh karena jauhi keramaian dan kalau tidak perlu keluar rumah dan jangan bepergian dulu,” katanya. (cr2)





