METRO SUMBAR

Pulang dari Negeri Jiran, Tiga Warga Bukittinggi ODP Corona

0
×

Pulang dari Negeri Jiran, Tiga Warga Bukittinggi ODP Corona

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bukittinggi tengah melakukan oramg dalam, pemantuan (ODP) terhadap tiga warga Bukittinggi yang pulang dari Negeri Jiran Malaysia , usai melaksanakan tabligh akbar di Malaysia. Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi Yandra Fery, Selasa (17/3) saat dikonfirmasi melalui phonselnya membenarkan, Dinkes Kota Bukittinggi melakukan pemantauan terhadap 3 warga Kota Bukittinggi yang pulang dari  tabligh akbar di Malaysia katanya

Kemudian Dinkes tengah menelusuri  dari 3 warga ini siapa saja lagi yang ikut, dalam rombongan kegiatan tabligh akbar di Malaysia tersebut. Karena dari data yang didapatkan ada sekitar 15 warga Bukittinggi yang mengikuti acara tabligh akbar di Malaysia tersebut. Namun yang terdata baru 3 orang dulu. Maka sesuai prosedur Dinkes melakukan ODP virus Corona, sebagai langkah antisipasi. “Dari 3 warga ini,yang kita lakukan DPO ini lanjut  Yandra Fery 3 ini memang mengalami  demam ringan dan belum bisa dipastikan apakah terpapar virud Corona kasus Covid-19,”ujarnya.

Yandra meminta , warga tak usah terlalu khawatir dulu, sebab pihaknya akan menelusuri dan memastikan kesehatan warga yang barusan datang dari Malaysia tersebut.
“Masyarakat tak usah resah atau panik, yang penting tetap waspada dan tingkatkan imunitas tubuh, karena sampai saat ini belum ada warga Sumatera Barat yang positif terpapar Covid-19,” katan Yandra.

Untuk menanggapi kasus Covid-19, Dinkes Bukittinggi menyiapkan posko percepatan tanggap siaga Covid-19 yang berada di Kantor Dinkes di Kelurahan Aur Kuning, Pposko ini akan melayani warga dalam 24 jam.

Warga tak usah khawatir akan hal ini, sebab ODP jauh dari positif Covid-19, ODP adalah warga yang belum menunjukkan gejala terjangkit Covid-19, tapi baru kembali dari daerah yang terjangkit sehingga statusnya dipantau.

Selain ODP, ada lagi istilah Pasien Dalam Pemantauan (PDP), ini ditetapkan kepada warga yang sudah mengalami gejala Covid-19 berupa demam, batuk, filek dan sesak nafas serta baru kembali dari daerah terjangkit Covid-19. Selanjutnya, ada istilah suspect Covid-19, hal ini ditetapkan kepada warga yang sudha menunjukkan gejala dan terlibat kontak dengan pasien positif Covid-19. (pry)