SAWAHLUNTO, METRO
Merebaknya informasi mengenai Direktur RSUD Sawahlunto tentang pengunduran dr Ardianof sebagai pimpinan RSUD, yang beredar di lingkungan pegawai RSUD, medsos, media online yang ada di Sawahlunto. Pada Jumat 6 Maret 2020 sekitar 182 orang ASN, RSUD Sawahlunto menandatangani mosi tak percaya atas kepemimpinannya dr Ardianof, yang mengatakan pimpinan rumah sakit plat mereha terkesan otoriter.
Menurut salah seorang ASN RSUD Sawahlunto yang tidak mau disebut namanya, Setelah penandatanganan mosi tak percaya tersebut, sejak hari Senin 9 Maret 2020 dr Ardianof tidak masuk ke ruang kerja Direktur lagi. Tetapi dia tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai dokter spesialis paru. Memang selain sebagai Direktur RSUD dia juga menjabat sebagai dokter spesialis paru.
Terkait hal tersebut, Kepala BKPSDM Guspriadi mengatakan kepada media belum ada pemberitahuan secara resmi dari yang bersangkutan. “Sejauh ini kita belum menerima surat pengunduran diri dari Direktur RSUD Sawahlunto,” ujar Guspriadi.
Anggota DPRD Sawahlunto dari Komisi 1 Irland menyatakan, sikapnya terkait informasi yang beredar mengenai tidak masuknya dr Ardianof ke ruang kerjanya sejak Senin 9 Maret 2020.” Sebenarnya kita cukup prihatin dengan kondisi di RSUD ini, apalagi menyangkut masalah ini bisa juga mempengaruhi layanan RSUD terhadap masyarakat. Kita belum tahu permasalahannya seperti apa, melihat informasi di medsos dan media online yang sudah tersebar,” ujarnya.
Katanya, memang sejak adanya informasi dan penyampaian aspirasi mengenai pengurangan TPP (Tunjangan Penambah Penghasilan) sebanyak 20 persen dibanding UPTD Puskesmas dan DKK yang menerima 100 persen, dr. Ardianof sudah ada beberapa kali mengajukan ingin mengundurkan diri secara lisan kepada DPRD Sawahlunto, tapi dewan tetap mempertahankannya dulu. “Sebab saat ini kita belum bisa menemukan penggantinya dan urusan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujar Irland ketika media mewawancarai secara langsung di gedung DPRD Sawahlunto, Senin (16/3).
Jadi ditunggu saja bagaimana kelanjutannya, sebab sekarang belum jelas duduk perkaranya. (cr2)





