PADANG, METRO
Berakhir seri dengan skor 0-0, pada Liga Askot antara PS Machudum versus Navigasi FC di Lapangan Hijau Brandon Lapai, Minggu (15/3). Kompetisi yang diikuti klub-klub sepakbola yang diyakini akan melahirkan bibit-bibit baru di kancah persepakbolaan Sumbar. Manager Tim PS Machudum’s Suparman menyebutkan, bahwa liga Askot ini sangat menarik. Karena hadir ketika kondisi persepakbolaan Sumbar sedang mati suri.
“Berterimakasih kita pada pengurus Liga Askot yang telah menyelenggarakan kompetisi ini. Sehingga pecinta bola dan yang hobi sepakbola dapat menyalurkan bakatnya disini,” ujar Suparman, mantan Manager PSP U-15 ini. “Walau tidak ikut mengantarkan ke tingkat nasional dan arak-arakan di Kota Padang. Saya merasa bangga telah ikut meloloskan tim PSP U-15 membawa piala Soeratin tersebut,” sebut Suparman.
Merasa ditinggalkan dan berbekal pengalaman selama menjadi manager tim PSP U-15 juara Piala Soeratin di tingkat Sumbar menuju tingkat nasional, Suparman optimis dapat kembali melahirkan bakat-bakat baru di tim PS Machudum’s yang dilaunching pertengahan Februari lalu.
Semangat sepakbola tim PS Machudum, dalam progres 3 kali pertandingan, dua kali menang, satu kali seri dengan nilai 7 PS Machudum’s akan menjadi klub sepakbola yang diminati pecinta bola di Kota Padang dan Sumbar umumnya. Semenjak liga Askot bergulir kepiawaian pemain-pemain muda PS Machudum’s ditunjukkan dengan belum pernah kalah selama bertanding. Semoga tradisi lama tidak pernah kalah masih berjalan.
Suparman menyebutkan, dengan adanya Kompetisi Liga Askot PSSI Padang 2020 ini menjadi ajang pemanasan bagi PS Machudum’s menuju Liga III. Banyak pemain yang ingin bergabung. Klub legendaris yang dikelola secara modern ini akan menjadi klub sepakbola yang profesional. (jes)





