PADANG, METRO
Polda Sumbar meminta masyarakat untuk waspada, terkait modus kejahatan baru yang memanfaatkan berita virus corona, yang berpura-pura menjadi tenaga medis, dan berkunjung ke rumah-rumah masyarakat, namun tujuannya untuk melalukan pencurian atau perampokan.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, aaat ini ada modus kejahatan baru dengan berpura-pura jadi tenaga kesehatan (medis) yang menawarkan solusi untuk mengantisipasi penyakit Corona atau Covid-19, padahal tujuan mereka lain saat pemilik rumah lengah dan ada kesempatan bisa saja mereka melakukan perampokan atau pencurian.
“Untuk mengantisipasi jatuhnya kotban, makanya kita lakukan penanganan awal dengan menyebar informasi kepada masyarakat. Aksi kriminal itu dilakukan dengan modus menawarkan penyemprotan desinfektan ke rumah masyarakat. Apabila ditemukan, masyarakat dapat melapor hal tersebut,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu.
Kombes Pol Satake Bayu menambahkan, modus seperti ini sudah terjadi di luar Sumatera Barat, dimana terduga pelakunya menyamar berpura-pura menjadi tenaga medis, lantas datang ke rumah-rumah masyarakat. Alasannya untuk melakukan penyemprotan terhadap virus corona, setelah itu baru melakukan aksi kejahatan.
“Melalui pemberitaan dan info di media sosial, Polda Sumatera Barat mengimbau kepada masyarakat bila ada tamu yang datang ke rumah dan mencurigakan, segera laporkan kepada tetangga terdekat, mungkin dengan cara berteriak agar kejadian itu diketahui tetangga,” terangnya.
Selain itu sambung Satake Bayu, Polda Sumbar beserta jajaran Polres di kabupaten dan kota seiring dengan ada modus operandi kejahatan baru ini, akan meningkatkan patroli untuk mengantisipasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan ini.
“Langkah-langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat, misalnya minta surat tugas tamu yang datang, cek identitas yang bersangkutan, apabila ada yang janggal laporkan pada aparat pemerintah terdekat RT/RW/Kepala Desa/Lurah hingga kepolisian melalui Bhabinkamtibmas,” jelasnya.
Dirinya mengingatkan dengan tegas kepada masyarakat Sumbar, kejahatan terjadi karena adanya niat dan kesempatan.”Masyarakat diminta jangan lengah dan selalu waspada. Karena kejahatan bukan karena ada niat tapi karena ada kesempatan,” ujarnya. (rgr)





