Acara SMA3 Padang di kolam renang Hotel Bumiminang
PADANG, METRO–Polemik pesta SMA Negeri 3 Padang bergulir kian panas. Pemko Padang menurunkan tim khusus untuk menuntaskan dan menjelaskan kegiatan Prom Party bertajuk ”Malam Keakraban Last Night”, pada Sabtu (23/4) malam itu. Sementara penggugah foto party pertama kali ke facebook Amrizal Rengganis, meminta maaf langsung kepada Ikasmantri, Senin (25/4).
”Saya sudah perintahkan Sekda untuk mengusut masalah ini. Sehingga informasinya lebih jelas,” kata Wali Kota Padang Mahyeldi Dt Marajo, usai upacara di Lapangan Imam Bonjol Padang, kemarin.
Jika nanti terbukti, wako menegaskan semua yang terlibat mendapat sanksi. Mulai dari sekolah, pihak yang mengunggah kejadian tersebut ke facebook serta Hotel Bumiminang.
Menurut Mahyeldi, kejadian malam keakraban itu sangat memalukan. Ia berharap hal itu hanya isu belaka dan tidak terbukti kebenarannya.
Secara khusus, wako mengaku sudah melakukan konfirmasi dengan sekolah. Dan SMA 3 mengaku tidak terlibat sama sekali dalam acara tersebut. ”Makanya kita turunkan tim khusus untuk mencari tahu kejadian sebenarnya,” tegas Mahyeldi lagi.
Menurut dia, peranan orang tua diharapkan untuk mengawasi anak-anak agar tidak menjalani pergaulan salah. Karena anak-anak itu adalah generasi penerus bangsa. “Saya rasa dalam kejadian ini, andil orang tua sangat besar. Saya mengimbau, kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya,” sebut Mahyeldi.
1×24 Jam
Sementara itu, kemarin PB Ikasmantri Padang memberikan somasi 1×24 jam kepada pemilik akun facebook Amrizal Rengganis, karena unggahan foto kegiatan malam keakraban siswa SMA N 3 Padang angkatan ke-36, Sabtu malam.
Ketua Harian Ikasmantri Yuliarman mengatakan, pemberitaan di media sosial tidak benar sama sekali, tidak ada unsur kesengajaan atas mandi bareng dan berpelukan di dalam kolam renang pada saat itu.
”Pada saat kejadian itu, siswa mengadakan pemilihan ketua alumni angkatan 36. Jarak panggung dengan kolam tidak begitu jauh, dengan melihat jumlah siswa yang hadir pada saat itu terjadi tanpa sengaja terjatuh kedalam kolam tersebut. Melihat temannya terjatuh, teman yang lain pun mencoba untuk menolongnya,” jelasnya, kepada wartawan Senin (25/4).
Perbuatan dan pernyataan Amrizal Rengganis di akun facebook itu, menurut Yuliarman, telah mencemarkan nama baik keluarga besar SMA N 3 Padang, sebagai lembaga pendidikan di Kota Padang.
”Kami seluruh keluarga besar Ikasmantri merasa terpukul atas pemberitaan dan postingan di media sosial,” tambahnya.
Dikatakan, banyak sekali yang bertolak belakang atas postingan itu. Yuliarman mengakui, akan mendukung kalau suatu postingan itu benar. ”Tapi kami menyayangkan karena postingan itu jauh dari kebenaran. Dalam postingan itu, Amrizal Rengganis menyebutkan ada guru yang ikut dalam acara tersebut. Tetapi setelah kami mencari informasi tidak ada sama sekali guru yang ada di sana,” ungkapnya.
”Kepada Amrizal Rengganis, beliau seharusnya memberikan penempatan hukum sesuai dengan kebenaran, bukan pembentukan opini. Kami melihat postingan itu, seakan-akan SMA 3 tidak berpendidikan, padahal sekolah ini merupakan yang termasuk berprestasi di Sumbar,” tukasnya.
Untuk itu, Ikasmantri memberikan ultimatum untuk permintaan maaf selama 1×24 jam, kepada Amrizal rengganis. ”Per tanggal 25 April, kepada saudara Amrizal Rengganis untuk meminta maaf dan mencabut postingan yang tidak benar tersebut di media sosial. Apabila tidak dipenuhi, kami akan memproses secara hukum. Sebab ini sudah mencemarkan nama baik dari sekolah,” tegasnya.
Tidak Dibubarkan Pol PP
Sementara itu, Ketua Osis SMA N 3 Padang Muhammad Iqbal, yang juga terlibat dalam acara tersebut mengaku, acara itu dinamakan malam keakraban Smantri angkatan 36. Acara bertujuan untuk mempererat silaturahmi seluruh siswa.
”Kami tidak mau kalah juga dengan alumni-alumni kami yang terdahulu, yang terlihat kompak dan selalu melakukan mubes. Jadi, acara itu tidak ada sama sekali perencanaan kami untuk mandi-mandi bersama di kolam tersebut,” ungkapnya.
Dijelaskan Iqbal, pada malam itu semua siswa maju ke panggung. Saat terpilih ketua pengurus alumni angkatan 36, seluruh siswa yang berjumlah sekitar 200 orang meluapkan kegembiraan. “Sehingga pada saat itu tidak sengaja terdorong ke dalam kolam,” ucapnya.
Ditambahkan, semua siswa itu memakai baju jas untuk laki-laki dan kebaya untuk perempuan. Semua siswa juga sudah meminta izin dan ditemani orang tua.
”Kami pun tidak ada dibubarkan oleh anggota Sat Pol PP, kami bubar sendiri. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dan selesai pukul 22.00 WIB. Terkait perobekan spanduk itu, kami disuruh petugas hotel untuk melepas spanduk tersebut, sebab acara sudah selesai,” tambahnya.
Dikatakan Iqbal, rangkaian acara waktu itu adalah, memperlihatakan video dokumenter siswa mulai awal dari masuk sekolah sampai UN berakhir. Kemudian juga ada acara musik akustik, saat penyambutan ketua alumni yang pada saat menaiki panggung diringi musik disk jockey (DJ) di panggung.
Amrizal Bertindak Secara Pribadi
Terpisah, Kasat Pol PP Padang Firdaus Ilyas meminta institusi yang dipimpinnya tidak dilibatkan dalam polemik pesta SMA Negeri 3. ”Jangan ikut sertakan Pol PP dalam polemik ini. Pol PP tidak ikut-ikutan,” tegas Firdaus Ilyas.
Terkait posisi Amrizal Rengganis yang mengunggah foto, menurut Firdaus Ilyas, tindakan tersebut merupakan perbuatan pribadi, dan tidak bersangkut dengan Pol PP, sebagai institusi, tempat Amrizal Rengganis mengabdi. ”Saya tegaskan sekali lagi, Amrizal bertindak secara pribadi, bukan sebagai personel Pol PP,” tutur Firdaus.
Dijelaskan, kedatangan Amrizal Rengganis ke Hotel Bumiminang bukan atas perintahnya, sebagai atasan langsung. Firdaus mengaku baru tahu kejadian itu Minggu pagi. “Saya tidak pernah mengeluarkan surat tugas untuk melakukan pemantauan, apalagi untuk membubarkan pesta SMA 3. Lagian, hotel tempat helatan merupakan hotel berbintang, dan tak ada hak Pol PP melakukan sweeping seperti itu,” tutur Firdaus Ilyas.
Jika perkara ini masuk ke ranah hukum, Pol PP menurut Firdaus juga lepas tangan. ”Tadi kan sudah dibilang, Pol PP jangan diikut-ikutkan. Semuanya bukan gawe Pol PP, tapi perbuatan pribadi,” ungkapnya.
Sementara, Amrizal Rengganis, kemarin meminta maaf secara langsung kepada Ika Smantri Padang atas postingan foto di akun facebook. ”Saya pribadi, sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Atas semua ini, saya sudah meminta maaf kepada Ketua Umum Ikasmantri Endre Saifoel melalui handphone, Senin ini. Beliau menerima secara baik atas permintaan maaf saya tersebut,” ungkap Amrizal.
Ia mengaku, sudah mendapat surat dari Humas Ikasmantri, yang intinya selama 1×24 jam, ia harus agar meminta maaf kepada Ikasmantri dan SMA3.
”Tidak hanya itu, postingan yang ada di media sosial tersebut harus dihapus secepatnya. Untuk itu, saya akan turuti semua keinginan dari Ika smantri tersebut agar permasalahan ini tidak diperpanjang lagi” tutupnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Padang Habibul Fuadi menyebut, seluruh kegiatan sekolah yang dilakukan di luar sekolah harus ada izin tertulis ke Dinas Pendidikan. Jika itu dilakukan, maka Disdik bisa memberikan pertimbangan, apakah acara malam keakraban di hotel boleh dilaksanakan atau tidak.
”Untuk acara di SMA 3 saya tidak ada menerima izin tertulis dari sekolah tersebut,” pungkas Habibul.
Pengawasan Hotel
Terpisah, Manajemen Hotel Kyriad Bumiminang ikut mengklarifikasi informasi liar terkait pesta terakhir siswa SMAN 3 Padang. General Manager Hotel Kyriad Bumiminang Tri Pamudji Rahardjo memastikan, sepanjang acara, pihak hotel selalu melakukan pengawasan. Sepanjang pengamatan pihak hotel, para siswa tidak pernah melakukan perbuatan melanggar norma. “Kami melakukan pengawasan. Tak ada perbuatan yang mengarah pada pelanggaran norma,” ungkap Tri Pamudji.
Panitia acara, menurut Tri Pamudji menyewa area swimming pool 23 April 2016, mulai dari pukul 17.00 WIB sampai 22.00 WIB. Acara berjalan sesuai susunan acara, tanpa ada perbuatan aneh-aneh dari peserta. Kehebohan sempat terjadi di akhir acara, dimana pelajar bercanda, serta mendorong temannya hingga masuk ke kolam renang. “Hingga ada yang jatuh ke kolam renang. Beberapa pelajar yang jatuh itu lalu dibantu keluar kolam renang,” ungkap Tri.
Acara tidak hanya diikuti oleh pelajar, namun juga wali murid. “Saat acara berlangsung, juga ada orang tua dari siswa yang menghadiri, jadi sangat tidak mungkin kalau kami dari manajemen hotel membiarkan adanya hal-hal tidak benar terjadi di area hotel,” tutur Tri Pamudji Rahardjo yang baru dua hari menjabat GM di Bumiminang. (cr13/tin/o/ben)





