NIPAH, METRO
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar melakukan pengeceken kendaraan operasional di kantor Ditlantas di Jalan Nipah, Kecamatan Padang Barat, Selasa (10/3). Dari hasil pengecekan, seluruh kendaraan operasional dipastikan layak pakai.
“Total kendaraan bermotor (ranmor) operasional yang dicek sebanyak 23 unit. Mobil patroli 10 unit, sepeda motor tujuh unit, dan kendaraan SIM Keliling enam unit,” kata Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Yofie Girianto Putro.
Yofie menambahkan, pengecekan tersebut merupakan tugas rutin. Tujuan pengecekan ini untuk mengetahui kondisi ranmor operasional, sehingga dapat memudahkan para personel Ditlantas Polda Sumbar selama melaksanakan tugasnya.
“Hasilnya, seluruh ranmor operasional dalam keadaan baik dan laik jalan. Kita melakukan pengecekan secara mendadak ini sebagai bentuk kesiapan, terutama melayani masyarakat di jalan raya,” ujar Yofie.
Ia menambahkan, seluruh ranmor tersebut akan digunakan untuk pengamanan atau pengaturan di jalan raya. Terutama pada Ramadhan dan Idul Fitri yang tinggal beberapa bulan lagi.
“Tentu segala kesiapan dan kondisi ranmor harus diperiksa, jika ada yang kondisi tidak baik tentu dapat segera diperbaiki. Namun, Alhamdulillah semuanya laik jalan, tetapi tetap kita pelihara,” ungkap Yofie.
Selain memeriksa puluhan Ranmor operasional sambung Yofie, juga dilakukan pengecekan sekitar 1.000 buah water barier atau pembatas jalan. Benda tersebut merupakan barang inventarisasi dari Korlantas Polri yang diterima akhir Desember 2019.
“Water barier akan disalurkan ke jajaran Satlantas dalam waktu dekat, terutama jajaran yang memiliki kerawanan macet dan bencana alam. Benda itu digunakan untuk penutupan arus lalu lintas dan pengalihan serta pembatas lajur pada jalan,” ujarnya.
Yofie menuturkan, pemeriksaan kendaraan operasional didahului dengan apel pagi pukul 06.00 WIB serta sarapan pagi bersama. Pada apel tersebut personel diminta disiplin saat bertugas dan melayani masyarakat dengan ikhlas.
“Kita menginginkan personel Ditlantas supaya bertugas dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu kedekatan masing-masing personel harus tercipta, makanya kita sarapan pagi bersama. Sehingga personel merasa nyaman dan dapat tersalurkan juga kepada masyarakat di lapangan,” tutup Yofie. (heu)





