SAWAHLUNTO, METRO
Di Era milenial yang serba digital ini, dimana IT makin berkembang, sensus penduduk menggunakan sistem online dan no online.Berdasarkan hal itu Walikota Deri Asta mengajak Warga Sawahlunto berperan menyukseskan Sensus Penduduk 2020 (SP2020), merekam langsung dan memberikan data kependudukan.
Pemerintah, sebut walikota, melalui BPS memerlukan kegiatan SP2020 untuk perekaman langsung data penduduk, menyediakan data jumlah penduduk baik secara de facto maupun de jure. Selain itu, juga menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk.
Menurutnya, data kependudukan yang direkam dan diberikan kepada BPS jadi acuan bagi pemerintah, dengan data tersebut Pemko bisa mengambil kebijakan dalam penyusunan program di masa yang akan datang.
“Data menjadi sangat penting, data yang salah menghasilkan kebijakan yang salah pula. Secara bersama dengan BPS menyukseskan Sensus Penduduk 2020,” ujar Deri.
Kepala BPS Sawahlunto, Hendro Seprita Deza mengemukakan, beda sensus penduduk sekarang menggunakan metode kombinasi. Beda dengan sensus penduduk sebelumnya.
Dia mengemukakanya, metode kombinasi ini, BPS menggunakan data administrasi kependudukan dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai basis data yang kemudian dilengkapi pada pelaksanaan sensus.
Dijelaskan Kepala BPS, SP2020 kali ini dilakukan 2 tahap. Tahap pertama, sensus penduduk online. Tahap ini masyarakat langsung mengisi daftar pertanyaan secara online. Tahap kedua, sensus penduduk wawancara. Tahap ini petugas sensus mendatangi masyarakat yang tidak secara online.
“Partisipasi masyarakat dan semua pihak menyukseskan SP2020 sangat kita harapkan, dengan mengisi dan menjelaskan data yang lengkap dan akurat,” ujar Hendro. (cr2)





