POLIKATA

Harapan Pendatang Baru

0
×

Harapan Pendatang Baru

Sebarkan artikel ini

Oleh : Reviandi

Nama-nama baru ternyata bermunculan di Kabupaten/Kota pascakeluarnya hasil survei yang digelar Arah Baru Center (ABC) Sumbar, beberapa hari lalu. Tak disangka, orang yang dianggap beken dan mendapat perhatian kuat publik malah melempem dan mereka yang “baru” sepertinya bisa memberikan harapan.

Di Kabupaten Tanahdatar, saat Bupati incumbent Irdinansyah Tarmizi masih berpotensi maju dan mengisi masa jabatan periode keduanya, ternyata, sang petahana dianggap tak terlalu kuat dari hasil survei dengan angka hanya 26,4 persen. Faktor kesehatannya dianggap menjadi alasan, kenapa warga lebih memilih Betti Shadiq Pasadigoe 31,7 persen.

Sebenarnya, Betti bukanlah nama yang benar-benar baru di dunia perpolitikan Tanahdatar. Dia istri mantan Bupati Tanahdatar dua periode, Shadiq Pasadigoe. Pernah menjadi anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai Golkar (2014-2019). Dengan majunya Betti, kemungkinan para pendukungnya dan suaminya akan setia memberikan suaranya.

Hal itu terlihat saat Shadiq menjadi calon anggota DPR RI 2019 dari PAN, masih mendapatkan suara sekitar 35 ribu dari Tanahdatar. Memang dia tak lolos karena kalau dari Athari Gauty Ardi dan Asli Chaidir yang melenggang ke Senayan. Namun sampai saat ini, Betti belum memastikan kendaraan apa yang akan mengusungnya. Bisa Golkar yang pernah dibelanya, atau PAN yang pernah dibela suaminya.

Satu yang menarik, andai Betti benar-benar maju sebagai calon Bupati Tanahdatar, tentu sedikit-banyak berpengaruh kepada Shadiq yang disebut-sebut masih berpeluang maju menjadi calon Gubernur Sumbar. Secara matematis, keduanya memang bisa maju, tapi persentase, tentunya lebih menguntungkan kepada Betti. Karena dalam survei yang sama, Shadiq hanya berada di posisi enam dengan 4,9 persen. Tapi biarlah mereka berdua yang memutuskan.

Harapan lain yang cukup mengagetkan adalah munculnya nama Benny Yuswir Arifin sebagai nomor satu survei calon Bupati Sijunjung (22,8 persen). Benny yang saat ini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sijunjung sepertinya sudah bertekad bulat. Dia rela menaggalkan jabatannya yang hampir berada di puncak sebagai PNS. Usianya yang masih 30-an sepertinya tak membuatnya gamang maju.

Tekad Benny yang seperti itu pula mungkin yang membuat masyarakat menyukainya. Meski “dihajar” dengan politik dinasti, karena Benny adalah putra Bupati saat ini Yuswir Arifin, ternyata tak terlalu berpengaruh. Hasil surveinya malah jauh di atas wakil Bupati incumbent Arrival Boy yang belum sampai dua digit.

Sekarang, tergantung bagaimana Benny memaksimalkan angka yang telah berpihak kepadanya ini. Apalagi, dia disebut-sebut sudah menggandeng politisi PPP Sijunjung Iradatilah sebagai bakal calon wakil Bupati. Pasangan Benny-Iradatilah juga masih berjuang mendapatkan partai, mulai dari PPP, Golkar, atau Gerindra. Kalau klop, bisa saja mereka memenangkan pertarungan.
Mantan anggota DPD RI Nofi Candra (NC) jauh hari memang sudah menyatakan diri akan maju sebagai calon Bupati Solok. Karena itulah, pada Pileg 2019 dia tak lagi maju dan membuat nama lain bersaing sebagai senat atau wakil rakyat tanpa partai itu. Hasil survei kemarin menunjukkan NC berada di posisi atas dengan 37,7 persen, angka yang cukup meyakinkan untuk maju. Di bawahnya ada calon perseorangan Herndra S (14,6) dan mantan Anggota DPR RI Epyardi Asda (11,3).

Dengan angka itu, sejatinya tak sulit bagi NC untuk maju dan menjadi Bupati menggantikan Gusmal yang sudah dua periode. Bahkan, wakilnya Gusmal, Yulfadri Nurdin disebut-sebut tak memiliki peluang yang besar lagi. NC-pun katanya sudah berkomunikasi dengan Gerindra dan menyegel satu tempat, menunggu partai lain serta calon wakil Bupatinya. Kalau menang, NC akan mengikuti jejak Riza Falepi, anggota DPD yang menjadi Wali Kota Payakumbuh 2013.

Di Limapuluh Kota, kader PKS Rizki Kurniawan cukup menjanjikan sebagai pendatang baru di dunia perpolitikan. Dia mengantongi angka 11.9 persen, di atas Wakil Bupati saat ini Ferizal Ridwan (4,7). Namun, langkahnya akan berat bisa memaksa maju sebagai calon nomor satu, karena Bupati incumbent Irfendi Arbi kokoh di posisi pertama dengan 40,8 persen. Irfendi yang didukung PDI P ternyata cukup mumpuni di daerahnya.

Di Agam dan Bukitinggi, dua nama bisa saja melejit menjadi Bupati dan Wali Kota. Dia adalah Ketua DPW PPP Sumbar Hariadi yang mengantongi hasil survei 16,0 persen. Dia disebut sedikit di bawah Wakil Bupati petahana Trinda Farhan Satria (18,6). Kalau serius, Hariadi diprediksi akan bisa berbuat banyak. Namun tak jarang yang berspekulasi, PKS-PPP akan menduetkan Trinda-Hariadi di Agam.

Di Kota Bukittinggi, juga muncul nama baru yang cukup diperhitungkan di tengah tiga pasangan calon perseorangan yang sedang menungu verifikasi KPU setempat. Dia adalah dai muda, Herman Syafar yang sudah di angka 25,3 persen. Herman hanya kalah dari incumbent Ramlan Nurmatias (41,1). Herman disebut telah mendapatkan restu Gerindra untuk maju. Faktor lain yang membuatnya berbeda adalah kedekatannya dengan Ustaz Abdul Somad (UAS). Nama lain yang bisa muncul di Bukittinggi adalah artis David Chalik yang disebut akan menjadi pasangan Herman Syafar.

Mungkin saja masih ada nama-nama lain yang bisa datang jelang pendaftaran calon ke KPU Juni 2020 ini. Pasalnya, dengan waktu yang masih lama, tetap ada peluang untuk para kandidat bermunculan. Sementara para calon yang namanya sudah mulai terpampang dan melejit, harus pula bekerja keras untuk mewujudkannya di lapangan. Bukan hanya di atas kertas saja. (Wartawan Utama)