BERITA UTAMA

Sawahlunto Kota Terbaik Ekonomi Kreatif 2016

0
×

Sawahlunto Kota Terbaik Ekonomi Kreatif 2016

Sebarkan artikel ini

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf Terima Penghargaan Kota Terbaik Ekonomi Kreatif.
JAKARTA, METRO–Budaya senyum yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto dalam setiap denyut nadi pembangunan, berbuah hasil. Hal itu ditunjukkan dengan didaulatnya Kota Sawahlunto sebagai Kota Terbaik bidang Ekonomi Kreatif, dalam malam apresiasi Sindo Weekly Government Award 2016, yang digelar di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Selasa (12/4).
Wali Kota Sawahlunto tersenyum lebar ketika piala penghargaan diterima langsung dari tangan Syofyan Djalil, selaku Menteri Bapennas didampingi Syafril Nasution, Direktur MNC Group, sebagai tanda dinyatakannya Kota Sawahlunto sebagai kota terbaik ekonomi kreatif.
Penilaian terhadap Kota Sawahlunto, oleh tim yang diketuai Prof Dr Sudarsono Hardjosoekarto menitik beratkan pada program kampung produktif yang dikembangkan kota bekas tambang batu bara semenjak tiga tahun lalu.
Melalui program Kampung Produktif, Sawahlunto dinilai berhasil mengubah wajah kawasan yang semula kantong-kantong kemiskinan menjadi daerah produktif dan mandiri. Setelah berhasil membangkitkan kota bekas tambang batubara terbaik di Indonesia itu, Pemko Sawahlunto kini mendorong kebangkitan ekonomi rakyatnya, dengan menciptakan kampung-kampung produktif.
Semenjak dicanangkan, kini telah ada tiga kawasan yang berhasil ditingkatkan marwahnya menjadi kampung produktif. Kampung Luak Badai menjadi kampung pertama yang didorong menjadi kampung produktif. Luak Badai awalnya di tempati 60 kepala keluarga yang bisa dikategorikan kurang mampu, dengan menempati rumah sederhana seluas 24 meter persegi. Di sanalah, 60 keluarga kurang mampu memulai menata hidup mereka.
Melalui program kampung produktif, Pemko Sawahlunto membangun kawasan Luak Badai. Dengan melengkapi sarana prasarana, ekonomi produktif dan membangun kehidupan sosial keagamaan.
Warga diketiga kampung produktif itu, mengembangkan kerajinan tenun songket Silungkang, ýkerajinan sepatu, kerajinan kerupuk, tahu, tempe, bengkel, sepatu, pembuatan batako. Selain itu pertanian dan peternakan, hingga konveksi yang melibatkan banyak rumah tangga.
”Pemerintah akan terus mendorong setiap rumah tangga menjadi produktif. Setiap keluarga harus tampil memanfaatkan, mengelola berbagai potensi yang dimiliki. Mulai dari pekarangan rumah, hingga hobi, serta pelatihan yang diberikan pemerintah,” ujar Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, usai menerima penghargaan Sindo Weekly 2016.
Bagi Ali Yusuf, yang hampir setiap saat berupaya mencari potensi dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat itu, melihat setiap anggota keluarga bisa berupaya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk maupun biaya pendidikan.
Direktur MNC Group Syafril Nasution mengungkapkan, penilaian Sindo Weekly Government Award 2016, dilakukan sejak September 2015 lalu, dengan melakukan kunjungan ke daerah yang dinilai, memadukan pendapat masyarakat, serta melihat kenyataan yang terjadi di lapangan.
Kota Sawahlunto masuk dalam 15 kota yang dinilai berhasil dan berprestasi oleh media dengan jaringan terluas di Asia Tenggara itu, dalam membangun ýdaerah seluas 275,9 kilometer persegi tersebut.
”Mudah-mudahan menjadi contoh dan panutan bagi kepala daerah yang lain, dalam mengembangkan pembangunan ke depan,” ujar Syafril Nasution, dalam penyerahan anugerah yang turut dihadiri Ketua DPD RI Irman Gusman saat itu.
Menteri Bappenas Syofyan Djalil mengungkapkan, prestasi yang diukir daerah penerima penghargaan, dapat dicapai dengan kerja keras. Kerja keras yang memberikan hal besar bagi bangsa Indonesia. “Otonomi daerah kita semakin membaik, kinerja pemerintah makin terangkat. Semoga ini bentuk contoh dan motivasi bagi seluruh rakyat Indonesia ke depan,” ujar Syofyan Djalil.
Usai menerima penghargaan, Walikota Sawahlunto menggelar pertemuan dengan Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Sawahlunto Jakarta dan sekitarnya. Dalam pertemuan dengan Bakor yang diketuai Zulkarnain Uyub itu, Walikota Sawahlunto meminta agar perantau turut berpartisipasi dalam membangun kota ke depan. Baik dalam bentuk investasi, pemikiran, maupun ide-ide kreatif.
Ali Yusuf sendiri mengatakan, usai melakukan ekspos terhadap pencapaian pembangunan dan rencana pembangunan kota, juga mempersiapkan kerjasama tertulis dengan pihak Bakor IKSJ Sawahlunto, demi kejelasan kegiatan dan tanggungjawab masing-masing. (cr5)