PADANG, METRO
Di tengah cuaca panas yang terjadi di sebagian wilayah provinsi Sumatera Barat, peristiwa kabakaran lahan gambut pun mulai terjadi. Hingga Jumat (28/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar mecatat dua peristiwa kebakaran lahan gambut di Sumbar.
Kepala BPBD Sumbar, Erman Rahman mengatakan dua daerah yang mengalami kebakaran lahan gambut tersebut berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat. Meski sudah dilakukan pemadaman berulang kali, namun api kembali menyala.
Dijeskannya, di Pasaman Barat, kebakaran lahan gambut terjadi di lokasi plasma Batang Alin Permai, Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat. Di perkirakan ada sekitar 4-5 hektare lahan termasuk kelapa sawit yang ikut terbakar.
“Lahan tersebut terbakar sejak Kamis (27/2) sekitar pukul 13.00 WIB dan dapat dipadamkan sore hari. Namun api kembali menyala pagi harinya (Jumat 28/2). Bahkan dilaporkan, hingga pukul 16.30 WIB, api belum juga dapat dipadamkan,” ungkap Erman.
Dia juga menyampaikan dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Tim BPBD Kabupaten Pasaman Barat sudah terjun menuju lokasi bencana guna penanganan. Bahkan tim BPBD Kabupaten Pasaman Barat masih tetap di lokasi bencana dan membangun posko penanganan.
“BPBD Provinsi Sumatera Barat juga telah melakukan koordinasi denga BPBD Kabupaten Pasaman Barat guna tindak lanjut penanganan bencana yang terjadi,” terangnya.
Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Agam. Sejak 23 Februari diinformasikan sudah ada lahan gambut yang terbakar. Meski sudah berhasil dipadamkan, namun Jumat (28/2) lahan tersebut kembali terbakar pada 09.00 WIB dan dipadamkan lagi pada pukul 15.30 WIB.
“Pada pukul 17.00 WIB, api dilaporkan kembali hidup sehingga BPBD Kabupaten Agam bersama Damkar dan Satpol PP dibantu masyarakat sekitar masih melakukan pemadaman api,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan kebakaran gambut di Kabupaten Agam tidak ada korban jiwa. BPBD Provinsi Sumatera Barat melalui Kepala Sesi Kedaruratan terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Agam & BPSDA Provinsi Sumatera Barat guna penangan kebih lanjut. (hsb)





