Polisi menggelar rekonstruksi tewasnya dua brimob saat menghadang dua truk pencuri sawit di perkebunan PT SAK yang merupakan bagian dari Incasi Raya Group, Kecamatan Padang Laweh, Dharmasraya.
DHARMASRAYA, METRO–Kematian tragis dua brimob, Brigadir Nanang dan Brigadir Nasril yang ditabrak dua pencuri tandan buah sawit akhirnya direka ulang, Selasa (5/4). Dalam rekonstruksi terungkap, kalau para pelaku sejak awal sudah bersepakat untuk menabrak siapa saja yang menghalangi laju mobil yang digunakan untuk membawa sawit curian, yang diambil di perkebunan PT SAK yang merupakan bagian dari Incasi Raya Group, Kecamatan Padang Laweh, Dharmasraya.
Rekontruksi digelar di halaman Mapolres Dharmasraya dan menampilkan 39 adegan. Selain skenario, juga terungkap, kalau sebelum tewas, dua brimob sempat mengeluarkan tembakan peringatan, namun tak digubris pelaku. ”Kalau ada yang menghadang, kita tabrak saja,” ungkap para pelaku saat menyusun skenario pencurian sawit. Hal itu disepakati, hingga pencurian dilakukan.
Rekonstruksi menampilkan saat tersangka Nanda Bagus, Aril, Jumardi dan Rudi bertemu di tempat organ tunggal, kawasan SP 1, Jorong Lagan Jaya, Nagari Sipungkur Kecamatan Tiumang. Saat pertemuan mereka sudah merencanakan untuk melakukan pencurian buah kelapa sawit.
Pada adegan kedua, tersangka Aril pulang ke rumah untuk menunggu para pelaku. Mereka sempat kembali menyusun skenario, dan mulai menjalankan aksinya. ”Tabrak saja kalau ada yang menghalangi,” sebut Nanda.
Di adegan empat, para pelaku mencuri sawit, hingga adegan 26. Setelah itu, sedang asyik memetik sawit, para pelaku dihubungi kawannya Deni Saputra. Dalam percakapan telepon, Deni menyebut kalau ada orang perusahaan yang datang. Dia meminta rerkan-rekannya yang beraksi untuk cepat kabur. Para pelaku kabur dengan menggunakan dua truk.
Tak berselang lama, datang Brigadir Asril dan Nanang bersama dua personel perusahaan Gunadi dan Kasman dengan menggunakan mobil Toyota Hilux. Keempatnya lalu menghadang truk yang dikemudikan tersangka Ananda Tambi.
Dua anggota brimob, Brigadir Anaril dan Brigadir Nanang yang mengejar, lalu mengeluarkan pistol dan melakukan tembakan peringatan. Beberapa kali tembakan dikeluarkan, namun tak digubris, Dua truk pelaku tetap tancap gas. Untuk menghentikan truk, Brigadir Nanang mencoba mengejar truk yang dikendarai Ananda Tambi. Saat mengejar itulah, dia ditabrak dari belakang oleh truk pelaku lainnya yang dikemudikan tersangka Pit.
Seolah membuktikan ucapannya untuk menabrak siapa saja yang menghadang, tersangka Ananda Tambi juga menabrak Brigadir Nasril yang berdiri di depan truk. Brigadir Nasril tewas dengan tragis. Tubuhnya digilas. Para pelaku lalu kabur. Melihat kedua anggota brimob tewas, orang perusahaan lalu melapor ke Polres Dharmasraya.
Pengejaran pun dilakukan polisi hingga ke Desa Tanjung, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Para pelaku berhasil ditemukan lima jam setelah kejadian. Saat akan ditangkap, tersangka melakukan perlawanan dengan menabrak salah satu mobil anggota. Karena melakukan perlawanan, petugas, menurut dia, melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Dua pelaku berininsial tewas di tempat.
Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahardan didampingi Kasatreskrim AKP Lazuardi menyebutkan, rekonstruksi dilakukan untuk mencari data tambahan dan mencocokan peristiwa sebenarnya dengan keterangan tersangka serta saksi. ”Kita melakukan rekonstruksi ini untuk mencocokkan peristiwa yang terjadi, dan melengkapi berkas,” kata Kapolres. (cr6)





