BUKITTINGGI, METRO
Sendirian berjalan kaki menunju ke pasar, seorang wanita paruh baya dirampok lalu dianiaya oleh tiga orang pria menggunakan sepeda motor di belakang Masjid Baitul Jalal Jangkak, Kelurahan Campago Ipuh, Kecamatan MKS Kota Bukittinggi, Selasa (25/2) sekitar Pukul 05.45 WIB. Tidak hanya kehilangan barang berharga, korban juga mengalami luka-luka akibat dipukuli komplotan begal tersebut.
Usai dianiaya, korban yang diketahui bernama Nur Henim (56) yang rumahnya tidak jauh dari lokasi perampokan, langsung diselamatkan warga setempat yang melihat korban terkapar tak berdaya dengan membawanya ke rumah sakit. Dari pengakuan korban, ia kehilangan perhiasan sebanyak 5 emas, uang tunai Rp 8 juta dan satu unit handphone merek Asus dengan total kerugian Rp 17,5 juta.
Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kasubag Humas AKP Robinhot Sitinjak mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat di lokasi kejadian yang memberitahukan adanya perampokan yang dialamikorban Nur Henim. Menindaklanjuti laporan itu, jajaran Polsek Kota Bukittinggi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan mengungkap identitas para pelaku.
“Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Ahmad Muchtar karena mengalami luka-luka. Dari keterangan korban, ketika itu ia menuju ke pasar untuk membeli kebutuan rumah tangganya dengan cara berjalan kaki. Sesampai di belakang Masjid Baitul Jalal Jangkak, tiba-tiba saja tiga orang pria yang tidak ia kenal dengan menggunakan sepeda motor langsung menghadang korban,” kata AKP Robinhot.
Ketika dihadang, AKP Robinhot menambahkan, salah satu pelaku langsung mengambil paksa tas sandang milik korban yang berisikan uang, perhiasan dan handphone. Korban pun berusaha melawan sehingga terjadi tarik menarik tas. Namun, pelaku langsung memukuli korban berulang kali hingga korban terpental tak berdaya.
“Pelaku memukul korban di bagian kepala dan tubuhnya secara membabi buta. Sehingga korban mengalami luka pada bagian telinga kiri, pipi kiri dan mulut menggeluarkan darah segar. Disaat korban tidak berdaya, pelaku langsung merampas tas sadang korban dan ditaksir kerugian Rp 17,5 juta rupiah,” ujar AKP Robinhot.
AKP Robinhot menambahkan, setelah mendapatkan tas sadang korban, ketiga pelaku langsung kabur meninggalkan korban begitu saja. Terkait kasus itu, Jajaran Polres Bukittinggi masih melakukan penyelidikan serta mengumpulkan saksi-saksi di lapangan serta barang bukti di TKP.
“Untuk korban sendiri masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Selain luka, korban juga trauma berat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat korban bisa kita mintai keterangan yang lebih detail hingga pelaku perampokan tersebut bisa diringkus secepatnya,” pungkasnya. (pry)





