BUKITTINGGI, METRO
Sebanyak 70 petugas pelayanan umum di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi, mengikuti pelatihan bahasa isyarat yang dilaksanakan pemko Bukittinggi melalui dinas sosial. Kegiatan yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Bukittinggi, Ibnu Asis ini, dilaksanakan selama lima hari, Senin hingga Jumat (24-28/2), di aula SMAN 1 Bukittinggi dengan mendatangkan narasumber, Dr.(c) Rachmita Maun Harahap, ST., M.Sn.
Sekretaris Dinas Sosial Bukittinggi, Eryanof, menjelaskan, pelatihan bahasa isyarat ini, terselenggara atas inisiasi dari Anggota DPRD Bukittinggi, Ibnu Asis melalui dana pokir yang telah disusun pada 2019 lalu dan direalisasikan tahun 2020 ini. Pelatihan dilaksanakan selama lima hari, diikuti oleh 70 peserta dari petugas pelayanan umum setiap instansi pemerintah.
Anggota DPRD Bukittinggi, Ibnu Asis, menjelaskan, mencermati pembangunan di Bukittinggi, pemko juga terus berupaya membangun sumber daya manusianya. Hal ini sejalan dengan misi Ibnu Asis, dalam rangka mendukung SDM Bukittinggi yang berkualitas, salah satunya melalui pelatihan bahasa isyarat yang dilaksanakan melalui dana pokok pikiran (pokir) nya selaku Anggota DPRD.
“Ada dua hal utama, yang bisa mencerminkan sejauh mana karakteristik manusia. Pertama, budi pekerti dan budi bahasa. Kecakapan kita terhadap budi pekerti dan budi bahasa, dapat menjadi penilaian bagi orang lain. Namun bagi saudara kita yang ditakdirkan Allah memiliki keterbatasan, tentu harus pula dilayani dengan maksimal. Untuk itu, kami menginisiasi pelatihan ini, agar masyarakat yang mengalami keterbatasan, mendapatkan pelayanan maksimal oleh pemerintah,” jelas Ibnu.
Pelatihan bahasa isyarat ini, lanjut Ibnu, dapat meneguhkan komitmen untuk menciptakan SDM yang unggul. Bahasa isyarat merupakan bahasa penghubung untuk berkomunikasi dengan masyarakat yang berkebutuhan khusus.
“Tidak ada diskriminasi di Bukittinggi. Kita akan dukung segala upaya dan program pemerintah dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat warga tanpa terkecuali, termasuk bagi mereka yang mengalami keterbatasan,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Linda Faroza menuturkan, bahasa isyarat sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. “Kami berharap, kegiatan ini dapat dilanjutkan di waktu yang akan datang, dengan peserta yang lebih banyak. Sehingga bahasa isyarat dapat dipahami dan dipraktekkan oleh setiap warga untuk berkomunikasi dengan mereka yang berkebutuhan khusus. Karena kita semua sama, hanya cara komunikasinya saja yang berbeda. Secara kesehatan pun bahasa isyarat dapat menyeimbangkan motorik, otak kiri dan otak kanan. Intinya ini sangat bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya. (pry)





