KURANJI, METRO
Musibah angin kencang yang sudah melanda Kota Padang sejak tiga hari belakangan telah menimbulkan kerusakan. Tak hanya rumah warga yang mengalami kerusakan, rapi juga areal pertanian warga. Khususnya bagi tanaman tinggi dan ditopang.
“Alah rabah sadonyo ladang jaguang ambo. Baru ka babuah, tapi lah rabah,” sebut Anis (45), salah seorang petani di Kuranji.
Ia pun mengaku heran. Biasanya angin kencang (angin langkisau) satu atau paling lama dua hari. Tapi sekarang berhari-hari.
Petani lainnya Nur, juga mengalami kegagalan pada tanaman cabainya akibat angin langkisau. Semua tanaman cabainya jadi rusak. “Semoga musibah ini cepat berlalu. Sehingga tak banyak lagi yang rusak dan pohon yang bertumbangan,” ulasnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengatakan hingga kini belum ada laporan terkait kerusakan lahan pertanian akibat angin kencang. Semuanya masih aman. Kalapun ada yang rusak menurut Syahrial, itu hanya kerusakan ringan.
“Kerusakan tidak signifikan. Paling dahan-dahannya saja yang patah,” sebut Syahrial.
Komoditi pertanian seperti cokelat dan yang lainnya dikatakan masih relatif aman. Saat ini, kata Syahrial yang banyak mengalami kerusakan adalah pohon-pohon pelindung. (tin)





