AGAM/BUKITTINGGI

Warga Tanjung Raya Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis

0
×

Warga Tanjung Raya Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO
Universitas Baiturrahmah (Unbrah) Padang membuka pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, di Puskesmas Maninjau. Pelayanan kesehatan gratis ini merupakan rangkaian kegiatan penelitian dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat secara terpadu atau University Social Responsibility (USR) yang dilaksanakan sejak Kamis hingga Minggu (20-23/2).

Koordinator pelayanan kesehatan, dr Bun Yurizali menyebutkan, pelayanan ini fokus kepada spesialisasi. Dalam hal ini pihak universitas membawa dokter spesialis untuk 14 bidang di antaranya penyakit dalam, bedah, syaraf, mata, THT, kebidanan, anak, dan lainnya.

Baca Juga  Bagian Perayaan Hari Bhakti Imigrasi ke-74, Lapas Bukittinggi Berpartisipasi Donor Darah

“Pelayanan dan obat-obatan yang kita sediakan gratis. Kegiatan ini dilaksanakan satu hari, mulai jam 08.00 WIB sampai 16.00 WIB,” ujarnya.

Sampai saat ini, dikatakan dr. Bun bahwa pasien yang dilayani sudah ratusan orang. Bahkan masih banyak masyarakat yang mengikuti antrian untuk mendapatkan pelayanan ini.

Ia menjelaskan, teknis pelayanan sama seperti yang dilakukan Puskesmas, diawali dari pendaftaran, pemeriksaan fisik. Kemudian pasien diarahkan ke dokter umum untuk mengetahui penyakit yang diderita, dilanjutkan ke poli spesialis untuk memeriksa penyakit agar pasien bisa mendapatkan obat-obatan sesuai penyakitnya.

Baca Juga  Erman Safar Buktikan Janji Program, Realisasikan 1 Kelurahan 1 Rumah Tahfiz

“Kita berharap pelayanan ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Sehingga USR yang dilaksanakan di Tanjung Raya dapat memberikan kesan tersendiri khususnya di bidang kesehatan,” ucapnya.

Salah seorang pasien, Mulyani (60) mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan petugas, meski harus ikut antrian yang panjang. Di kesempatan ini ia memeriksa mata, karena penglihatannya sudah mulai kabur.

“Petugasnya ramah-ramah. Bahkan saya diperiksa dan diberikan obat tanpa dipungut biaya sedikitpun,” ujarnya.
Tidak hanya itu, setiap pasien yang selesai berobat diberikan satu bibit tanaman untuk ditanam di perkarangan. (pry)