PADANG, METRO
Si jago merah kembali mengamuk di kawasan Pasar Raya Padang. Kali ini Kompleks Los Baro, Pasar Raya yang menjadi amukan si jago merah dan menghanguskan 6 unit bangunan, Jumat (21/2) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kebakaran yang menghanguskan 6 unit bangunan di antaranya rumah, toko dan lokakarya memantik reaksi masyarakat yang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan api yang membumbung tinggi.
Pantauan dari lokasi kejadian, si jago merah cukup lama berkobar. Pasalnya, meski berada di pusat kota, namun akses menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) cukup sempit. Terlihat tujuh unit armada pemadam kebakaran (Damkar) Padang dikerahkan, beserta puluhan anggota untuk berjibaku memadamkan api.
Petugas Damkar yang datang sekitar pukul 01.35 WIB berjibaku berusaha memadamkan api agar tidak menyebar atau bertambah besar. Selanjutnya bersama-sama saling membantu dan bekerja sama memegang selang air dan menyemprotkan air untuk memadamkan api.
Menurut keterangan Eko (27), salah satu masyarakat yang datang ke lokasi kejadian, dia diberitahu warga bahwa telah terjadi kebakaran yang berada tidak jauh dari toko miliknya. Sehingga dia langsung bergegas menuju lokasi untuk mengecek apakah bangunan miliknya menjadi sasaran si jago merah atau tidak.
”Mendapatkan kabar, sontak saya langsung kaget, dan bergegas ke lokasi kejadian untuk melihat apakah toko saya kebakaran atau tidak. Ternyata setelah saya cek bukan bangunan saya,” ujar Eko di lokasi kejadian.
Eko mengatakan, dengan insiden kebakaran ini dirinya tetap bersikeras esok hari tetap berdagang. Dia meyakini tokonya tidak ikut hangus terbakar. “Tetap kami buka, karena tidak terdampak,” tegasnya.
Kabid Operasi Dinas Damkar Padang menyebut, enam unit bangunan yang terbakar di antaranya adalah rumah, toko, dan bengkel. “Karena yang terbakar ini adalah pasar, kami kerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan tujuh unit armada dan 82 personel ke lokasi kejadian,” kata Basril.
Saat ditanyai penyebab kebakaran, Basril enggan berspekulasi lebih jauh, termasuk menyoal angka kerugian akibat belasan bangunan terbakar.
“Kita belum bisa pastikan itu, karena saat kita sampai di lokasi kejadian, api sudah membesar, sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian, api membumbung, kami langsungkan pemadaman,” katanya.
Dikatakan, Damkar Padang menurunkan armada besar untuk antisipasi kurangnya pasokan air untuk memdamkan api kerena terkendala lokasi yang sempit dan sumber air yang jauh.
“Kendala kami adalah sumber air jauh, sehingga armada berkapasitas 10 dan 16 kubik di turunkan. Selain itu tadi terdapat sejumlah anggota kami ada yang disengat listrik karena arus listrik tidak mati saat kebakaran,” pungkasnya.
Sementara itu untuk penyebab kebakaran sendiri saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian. “Anggota masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran dan kerugian di perkirakan mencapai ratusan juta rupiah,”ujar Kasatreskrim Polresta Padang AKP Edriyan Wiguna. (r)





