OLAHRAGA

Jatim Host PON 2020, Ada Sinyal Penolakan dari Papua? JAKARTA, METRO

0
×

Jatim Host PON 2020, Ada Sinyal Penolakan dari Papua? JAKARTA, METRO

Sebarkan artikel ini

Peluang 10 cabor yang dipangkas dari PON Papua XX/2020 untuk dipertandingkan meredup lagi. Hingga kini, belum ada kepastian apakah mereka bisa bertanding di multievent empat tahunan itu atau tidak.

Kunjungan Menpora Zainudin Amali ke Papua beberapa waktu lalu tidak memecahkan masalah. Sebab, Ketua Umum PB PON Lukas Enembe tidak berada di tempat.

Sebelumnya, 10 cabor tersebut sempat punya harapan bisa dipertandingkan. Jawa Timur bersedia menjadi host pendamping. Banyak juga KONI provinsi yang mendukung 10 cabor itu digelar di Jawa Timur. Namun, ketika keputusan belum juga dibuat, Papua sudah menunjukkan sinyal menolak. Beredar surat dari Lukas yang berisi penolakan tersebut.

Amali menyatakan, keinginan untuk tetap mempertandingkan 10 cabor itu tidak datang dari Kemenpora. Melainkan dari federasi 10 cabor tersebut. Sebab, mereka sudah melakukan pembinaan berupa pemusatan latihan (puslatda). Bahkan, banyak yang sudah mengadakan kejurnas atau kualifikasi Pra-PON.

Baca Juga  Berprestasi di Open Tournament Batam Fight, Petinju Muda Potensial Sumbar Kembali Bermunculan

’’Daerah-daerah menyampaikan, jangan sampai ada masalah. Karena ini (puslatda) pakai APBD,’’ kata Amali ketika ditemui di Kemenpora kemarin. ’’Dari sisi pembinaan juga kurang baik. Atlet ini kan punya harapan. Dia masuk puslatda, ingin ikut PON, dan berprestasi. Kalau tiba-tiba tidak dipertandingkan, kan masalah juga,’’ papar dia.

Meski sangat memahami keinginan cabor, menteri kelahiran Gorontalo itu juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab, semua keputusan ada di tangan PB PON. Dan, hingga saat ini, mereka tidak berusaha mencari solusi. Jawa Timur, di sisi lain, juga tidak berambisi menjadi venue pendamping.

Baca Juga  PSG VS Borussia Dortmund, Ambisi Les Parisiens Balikkan Keadaan di Kandang

’’Daerah-daerah yang sudah mempersiapkan punya kepentingan. Jatim nggak ngotot. Ditunjuk jadi host ya oke, kalau enggak juga nggak apa-apa,’’ kata Amali. ’’Tapi, kalau soal kriteria (sebagai tuan rumah, Red), Jatim sangat memenuhi syarat,’’ tambah dia.

Kriteria yang dimaksud, provinsi tersebut sudah memiliki fasilitas lengkap untuk mempertandingkan 10 cabor tanpa harus membangun sejak awal. Lalu, calon host pendamping harus mampu membiayai seluruh pelaksanaan PON bagi cabor-cabor tersebut.

Sampai saat ini, PON Papua memastikan hanya 37 cabor yang dipertandingkan seperti SK awal. Belum ada perubahan. Dalam kunjungannya ke Papua lalu, Amali mengungkapkan bahwa venue di Papua hampir rampung. Tes venue bisa segera diadakan. (jpc)