BERITA UTAMA

3 Orang Dihantam Galodo Pasaman, 1 Tewas

0
×

3 Orang Dihantam Galodo Pasaman, 1 Tewas

Sebarkan artikel ini

Nagari Seilolo Luluh Lantak

PASAMAN, METRO–Tingginya curah hujan mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman, mengakibatkan wilayah Nagari Muaro Seilolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman dihantam galodo. Tiga warga yang dikabarkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi satu tewas, satu kritis dan satu lagi masih dalam pencarian. Sabtu (15/2). Nagari itu luluh lantak.

Informasinya, sejak dua hari terakhir curah hujan di Wilayah Pasaman cukup tinggi. Hal ini mengakibatkan sejumlah wilayah di Pasaman mengalami banjir dan longsor. Yang paling parah berada di wilayah Nagari Muaro Seilolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan. Daerah ini merupakan salah satu daerah terpelosok di Pasaman. Infrastruktur dan jaringan komunikasi masih terbatas.

Tiga nama warga yang menjadi korban longsor tersebut yakni Minas (46) warga Pintuai. Ia ditemukan warga tewas setelah tertimbun material longsor di ladang miliknya. Kemudian, Uzi (18), korban yang ditemukan selamat, namun kondisinya kritis dan saat ini masih menjalani perawatan extra dari personil Dinas Kesehatan Pasaman. Seorang lagi, Timah (49). Perempuan paroh baya ini sampai berita ini diturunkan belum diketahui nasibnya dan masih dalam pencarian oleh tim penyelamat.

Kepala BPBD Pasaman Ricky Riswandi mengungkapkan longsor yang terjadi Nagari Muaro Seilolo dipicu tingginya intensitas hujan sejak dua hari belakang. Tidak hany di daerah Pintuai informasi dari Sekcam Mapattunggul Selatan, Bencana banjir dan tanah longsor juga terjadi di sejumlah titik lainnya. Diantaranya, longsor ladang di daerah Lubuk Pangkalan.

“Bencana di Pintuai dan Lubuk Pangkalan inilah menyebabkan 3 warga tertimbun longsor. 2 orang sudah ditemukan. Satu selamat tapi kondisinya kritis, satu meninggal dunia serta satu lagi masih dalam pencarian,” kata Ricky saat dihubungi Minggu (16/2) pagi kemarin.

Kemudian, bencana tanah longsor juga terjadi di Sei Tuor dan menutupi badan jalan sepanjang jalan Pangian menuju Sei Lolo, sehingga akses jalan tertutup.
Titik bencana berikutnya, banjir di Sei Lolo dengan ketinggian air lebih kurang 50 cm. Sejumlah rumah warga dilaporkan rusak. Warga setempat sudah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, tepatnya di SD 08 Sei Lolo.

Sementara itu, kata Ricky Riswandi, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Pasaman, beranggotakan enam orang sudah diterjunkan menuju lokasi bencana untuk melakukan evakuasi terhadap warga terdampak bencana.

“Ya, sudah kita terjunkan ke TKP, ada enam orang anggota TRC. Ditambah dari Basarnas Pasaman sebanyak lima orang sudah kita terjunkan ke TKP, tidak itu saja sejumlah peralatan evakuasi dibawa, tali-tali dan chainsaw juga ikut dibawa kelokasi banjir dan longsor,” kata dia.

Personil Tim BPBD Provinsi, Basarnas Provinsi Sumatera Barat sudah terjun kelokasi serta didampingi TNI/Polri, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Pasaman, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Pasaman Dinas Kesehatan Pemkab Pasaman, Dinas Pangan serta Dinas Sosial Pemkab Pasaman untuk membantu mengevakuasi dan mencari korban yang terkena dampak bencana banjir dan longsor.

Pihaknya juga sudah meminta Dinas PUTR setempat untuk menerjunkan alat berat ke lokasi terdampak banjir dan longsor. Ia mengungkapkan, sulitnya akses serta beratnya medan menuju ke lokasi bencana, membuat petugas kewalahan. Butuh waktu tiga jam lebih dari Kota Lubuksikaping agar bisa tiba di lokasi.

Tidak itu saja katanya, tidak adanya jaringan telekomunikasi di wilayah itu menyulitkan pihaknya dalam mengakses informasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemkab Pasaman Amdarisman menyebutkan saat ini pihaknya bersama tim lainnya masih dalam perjalanan menuju lokasi bencana.
Ia juga mengakui susahnya akses jalan serta minimnya jaringan menyulitkan tim dalam mengakses informasi terbaru.

“Kita saat ini bersama tim lainnya masih dalam perjalanan menuju lokasi, nanti di lokasi bancana kita akan langsung melakukan pendataan terhadap korban yang terkena dampak bencana banjir dan longsor, termasuk mendata rumah warga serta pasilitas umum yang terkena dampak bencana” katanya.

Walapun demikian, pihaknya saat ini sudah menyiapkan berbagai macam bantuan kebutuhan harian (sembako) untuk warga yang terkena dampak bencana seperti, roti, gula, susu, indomie, minyak goreng, selimut dan terpal. Untuk beras kata dia pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak pangan Kabupaten Pasaman agar segera menyalurkan bantuan beras kepada warga yang terkena dampak bencana. (cr6)