BERITA UTAMA

Sijunjung dan Dharmasraya Dikepung Bencana

0
×

Sijunjung dan Dharmasraya Dikepung Bencana

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG, METRO – Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya dikepung bencana banjir dan longsor akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Rumah, lahan pertanian, faslitas umum dan akses jalan terendam banjir disebabkan meluapnya air sungai. Bahkan, sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat tanah longsor.
Setidaknya, di Kabupaten Sijunjung, ada empat kecamatan yang mengalami kejadian bencana akibat hujan deras yang melanda Sijunjung, namun dampak paling parah terjadi pada dua kecamatan yaitu, kecamatan Tanjung Gadang dan Kamang Baru pada, Selasa (21/1).
Di Kecamatan Kamang Baru kejadian longsor dan banjir merendam rumah warga dan mengalami kerusakan. Selain itu ruas jalan lintas sumatera sempat mengalami macet total akibat tertutup material longsor. Bahkan satu unit rumah bergeser hingga kebahu jalan lintas dan mengalami kerusakan akibat longsor.
Sementara di wilayah Kabupaten Dharmasraya, akses jalan lintas sumatera Dharmasraya-Padang lumpuh selama beberapa jam akibat luapan Sungai Batang Pangian yang mencapai setinggi dada orang dewasa atau 1.5 meter. Sedangkan ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian mulai dari 30 centimeter hingga 2 meter.
Banjir terjadi di Jorong Sialang, Kampung Surau, Jorong Sungai Belit, Nagari Gunung Selasih. Kemudian Nagari Tabek, Nagari Pulai, Kecamatan Timpeh. Selanjutnya Jorong Pasa, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung. dan Nagari IV Koto Dibawuah, Nagari Lubuk Karak, Banai dan Nagari Silago Kecamatan IX Koto.
Sementara itu, longsor juga menghantam 3 rumah warga di Nagari Banai, Silago, dan beberapa titik disepanjang jalan menuju Kecamatan IX Koto. Yang terparah di Jalan Lintas Sumatera, perbatasan Dharmasraya Kabupaten Sijunjung. Longsor ini merusak gudang pupuk hingga menutupi badan jalan.
Akibat longsor, akses Jalan Lintas Sumatera di lokasi longsor tak bisa dilewati beberapa jam sejak pukul 04.35 WIB hingga pukul 10.30 WIB yang membuat kemacetan sepanjang lima kilometer, baik dari arah Dharmasraya menuju Padang maupun sebaliknya.
“Di sepanjang jalan lintas terjadi banjir di Sialang dan longsor di Takung. Kejadian ini mengakibatkan macet sejak pukul 04.30 wib hingga berhasil dilewati pukul 10.30 setelah alat berat diturunkan. Namun akses jalan dilakukan pola buka tutup,” ungkap Kapolsek Pulau Punjung, Iptu Syafrinaldi.
Katanya, kemacetan pertama disebabkan oleh banjir yang menggenangi badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter dengan kedalaman air mencapai pinggang orang dewasa atau 1.5 meter. Tingginya debit air akibat meluapnya sungai Batang Pingian, tepatnya di Simpang Trans Jorong Sialang, Nagari Gunung Selasih Kecamatan Pulau Punjung.
Terkait bencana itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir memerintahkan personilnya untuk tetap siaga dan cepat tanggap dalam membantu masyarakat yang terkena dampak banjir yang melanda Kabupaten Dharmasraya.
“Kami sudah meninjau lokasi yang terkena dampak banjir dan kami sudah memerintahkan anggota untuk tetap siaga dan cepat tanggap dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan yang membutuhkan evakuasi, kepada masyarakat kami menghimbau agar tetap hati hati dan waspada serta jangan ragu untuk menghubungi petugas untuk meminta bantuan” kata AKBP Imran Amir.
AKBP Imran Amir menjelaskan, akses jalan yang tidak bisa ditempuh menyebabkan antrian kendaraan yang panjang, namun hal ini tidak berlangsung lama kerena banjir sudah mulai surut dan jalan kembali bisa dilalui oleh kendaraan. “Satuan Lalu Lintas Polres Dharmasraya tetap menerapkan sistem buka tutup untuk menghindari kemacetan akibat penumpukan kendaraan,” ujarnya.
Di Sijunjung, Bupati Yuswir Arifin bersama Kepala BPBD, Kepala Dinas PU langsung turun ke lokasi dan melakukan peninjauan kelapangan dan meninjau posko logisitik dan dapur umum yang telah disediakan di nagari Muaro Takuang untuk membantu warga yang terdampak bencana.
Yuswir Arifin mengatakan, sejumlah daerah di Kabupaten Sijunjung terdampak bencana alam mulai dari tanah longsor, banjir, luapan sungai hingga pohon tumbang. “Ada empat Kecamatan yang terdampak, dua diantaranya kecamatan Tanjung Gadang dan Kamang Baru terdampak cukup parah,” kata Yuswir Arifin.
Hingga pukul 17.20 WIB anggota BPBD, TNI, Polri dan masyarakat setempat masih melakukan evakuasi warga untuk menghindari korban jiwa. “Kejadian semenjak Selasa (21/1) dini hari, akibat hujan lebat pada malam harinya yang melanda sejumlah daerah di Sijunjung. Kemudian hal itu menyebabkan terjadinya banjir dan longsor karena debit air yang cukup tinggi,” jelasnya.
“Hingga saat ini ketinggian air yang menggenangi rumah warga sudah mulai menyusut, namun belum bisa diprediksi karena curah hujan masih tinggi. Untuk korban jiwa hingga kini belum ada laporan yang kita terima,” ungkap Yuswir Arifin.
Terkait jumlah rumah warga yang terdampak, BPBD masih melakukan penghitungan dan pendataan di lapangan. “Kita masih fokus pada proses evakuasi warga, kemudian mempercepat penanganan pada titik vital, seperti jalan lintas dan rumah yang terdampak longsor. Namun ada posko logistik yang telah didirikan untuk membantu warga yang terdampak,” sebutnya.
Di Nagari Muaro Takuang, kecamatan Kamang Baru sejumlah rumah warga juga terdampak banjir dan longsor akibat luapan air Sungai Batang Takuang. “Air juga merendam rumah warga hingga ketinggian dua meter. Ada rumah warga yang rusak akibat longsor, kemudian longsor juga menutupi badan jalan lintas,” ujarnya.
Namun, untuk rumah warga yang rusak akibat tanah longsor di Nagari Muaro Takuang tercatat sebanyak tiga unit rumah dan satu ruko. Sedangkan Di nagari Tanjung Lolo, kecamatan Tanjung Gadang tercatat sebanyak 141 rumah yang terdampak bencana banjir yang hingga ketinggian air mencapai satu meter lebih. (ndo/g)

Baca Juga  6 Positif Covid-19, Sekolah Tatap Muka di Padangpanjang Dihentikan