PADANG, METRO–Pemain Semen Padang FC Yu Hyun-Ko sepertinya akan tetap berseragam Semen Padang di Liga 2 Indonesia, karena saat ini pemain yang berkebangsaan Korea Selatan itu tengah melakukan proses naturalisasi demi bisa bermain bersama tim kebanggaan urang minang.
Saat ini pemain yang berposisi sebagai pemain tengah Semen Padang FC itu berupaya untuk segera naturalisasi sebagai warga Indonesia yang sebelumnya ia masih berkewarganegaraan Korea Selatan saat membela Semen Padang di Liga 1 Indonesia.
Yu sendiri sudah menetap di Indonesia selama 10 tahun terahkir sebagai pemain sepakbola profesional, proses naturalisasi yang segera di lakukannya tersebut dibantu oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade dikarenakan Yu ingin membela tim Semen Padang di Liga 2 Indonesia, sebab ia merasa tim Semen Padang sudah bagian dari keluarganya di Indonesia.
“Semoga saja proses naturalisasi bisa berjalan baik, dan bisa lagi bermain untuk Semen Padang di Liga 2, sebab saya sudah menganggap tim ini sebagai keluarga saya sendiri, dan atas jatuhnya prestasi tim Semen Padang pada musim kemarin saya merasa harus bertanggung jawab untuk mengembalikan tim ini lagi ke Liga 1 Indonesia,” ujar Yu.
Kemarin, Sabtu (18/1) Yu Hyun-Ko bertemu langsung dengan Andre Rosiade, dalam pertemuan tersebut Yu pun juga bercerita bahwa ia juga salah satu korban dari Asuransi Jiwasraya.
Menanggapi hal tersebut Andre Rosiade merasa terpanggil untuk menyelesaikan masalah Yu selain membantunya menjadi warga Indonesia.
“Ini diluar dugaan, selama 10 tahun pak Yu mencari rezeki di Indonesia malah harus menjadi korban dari kasus Asuransi Jiwasraya, Insya Allah saya akan bantu beliau, jangan sampai 10 tahun pengabdiannya di Indonesia mencari uang, uangnya hilang,” kata Andre Rosiade.
Sementara itu untuk proses naturalisasi, Andre Rosiade mengundang Yu datang ke DPR bertemu dengan rekan-rekannya yang berada di Komisi III DPR RI untuk mencari solusi naturalisasinya.
“Selasa depan Yu saya undang datang ke DPR, diskusi dengan teman-teman komisi tiga untuk mencari solusi Yu naturalisasi ke Indonesia bisa segera,” pungkasnya. (heu)





