BYPASS, METRO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau warga Kota Padang untuk tetap waspada. Diperkirakan hingga akhir Desember nanti, potensi angin badai masih akan terjadi dan berputar- putar di sebagian wilayah Kota Padang.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Edi Hasmi mengatakan fenomena angin topan merupakan bagian cuaca ekstrem yang biasanya terjadi pada bulan Desember setiap tahun. Secara detail, Edi mengaku tidak mengetahui penyebabnya. Namun ini menurutnya adalah cuaca ekstrem yang harus diwaspadai.
Angin topan adalah angin kencang atau bisa juga disebut badai besar yang sangat kuat dengan pusaran angin dengan kecepatan 120 km/jam atau lebih. Angin topan bergerak mengaduk laut dibawahnya dan menyebabkan gelombang besar yang sangat kuat.
Sejak awal Desember 2019 lalu, setidanya ada 20 lebih pohon yang tumbang akibat fenomena angin topan. Selain itu juga ada satu rumah dilaporkan rusak akibat terpaan angin topan. Dan, Kamis (12/12), angin kencang disertai badai menyebabkan belasan pohon tumbang.
Edi mengimbau setiap masyarakat yang berdekatan dengan pepohonan yang tinggi agar waspasa. Karena bisa saja, angin merobohkan pohon dan menimpa orang atau benda yang ada di sekitarnya. “Kita mengimbau agar warga waspada dengan angin topan ini. Jangan sampai pohon timbang memakan korban orang yang ada disekitarnya,” ajak Edi.
BPBD juga tetap mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika sedang beraktivitas di luar ruang, serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan.
Sementara itu, angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Kota Padang sejak pagi hingga Kamis siang, membuat sejumlah pohon di beberapa titik di kota Padang bertumbangan hingga membuat akses jalan terhambat, serta menimpa rumah dan kendaraan.
Data Pusdalops BPBD Kota Padang, tercatat 11 pohon tumbang. Yakni, di wilayah Kecamatan Kototangah (5 titik pohon tumbang), di Jalan By Pass KM 17 RT 001 RW 002, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto.
Pohon tumbang juga menimpa kendaraan di Kompleks Pasir Putih, Jalan Veteran RT 02 RW 07 Kelurahan Bungo Pasang. Selanjutnya, di Jalan Adinegoro atau di depan Citra Swalayan, tumbang menghambat akses jalan, serta Jalan Lori di Kelurahan Lubuk Minturun, pohon tumbang menimpa tiang listrik dan mengganggu akses jalan.
Kemudian, di wilayah Kuranji juga terdapat 5 titik pohon tumbang. Yakni, di RT 02 RW 03 Gunung Sarik, RT 02 RW 03 Kuranji. Selanjutnya, jalan Kampung Lalang, samping Pengadilan Agama RT 03 Kelurahan Pasar Ambacang dan di RT 01 RW 04 Lapau Manggis.
Pohon tumbang menghambat akses jalan, dan di RT 05 RW 03 Kelurahan Gunung Sarik Pohon Tumbang menimpa Rumah warga. Terakhir, di wilayah Kecamatan Padang Utara terdapat satu titik pohon tumbang, yaitu di Jalan Swadaya RT 02 RW 07 Gunung Pangilun. ”Untuk seluruh pohon tumbang tersebut telah dilakukan pembersihan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Padang,” ungkap Kalaksa BPBD Edi Hasymi.
Khusus, pohon tumbang di jalan By Pass KM 17 RT 001 RW 002, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Kototangah, menimpa empat kendaraan, 2 unit rumah dan menghambat akses jalan. ”Pohon yang menimpa mobil dan rumah tersebut memiliki ukuran panjang 14 meter dan diameter 70 cm. Namun, kami cepat melakukan evakuasi dan dilakukan pebersihan oleh tim TRC,” ujar Edi.
Sementara sisanya yang ada di sepuluh titik seperti di Kompleks Pasir Putih, RT 02 RW 07 Kelurahan Bungo Pasang, RT 02 RW 03 Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji, Jalan Kampung Lalang samping Pengadilan Agama Kelas 1A, RT 01 RW 04 Kelurahan Gunung Sarik.
“Semuanya telah dikerjakan dan dilakukan pembersihan oleh TRC BPBD Kota Padang. Pemotongan kayu dan evakuasi segera dilakukan agar tidak menghambat akses masyarakat,” tegasnya. Ia mengimbau kepada masyarakat yang di dekat rumahnya terdapat pohon yang telah berumur tua serta agar berhati-hati dalam berkendara. Karena cuaca tak bisa diprediksi. Pada saat ini apabila kondisi cuaca buruk, karena dapat membahayakan keselamatan diri. (r/tin)





