Nasib tragis dialami asisten pengasuh Panti Kaum Mentawai di Tuapejat, Juwita. Wanita muda berparas manis ini ditusuk hingga tewas oleh pria tak dikenal di dalam kamar, Senin (21/3) dinihari WIB. Dia sempat dirawat dan menceritakan kejadian yang menimpa.
MENTAWAI, METRO–Yayasan Panti Kaum Mentawai, di Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, gempar saat menemukan sosok tubuh asisten pengasuh panti meregang nyawa, bersimbah darah. ”Tolong… tolong… tolooong… Lirih sekali kalimat itu diucapkan Juwita (19), di depan pintu kamar. Suaranya cukup mengagetkan penghuni panti, Senin (21/3) sekitar pukul 03.00 dinihari WIB.
Pengasuh yang masih muda dan berparas manis ini pertama kali ditemukan salah seorang anak panti, yang mendengar suara minta tolong dari kamar Juwita. Mengerikan. Juwita saat itu sudah tidak berdaya. Di bagian leher terdapat luka bekas cekikan. Sementara pinggang dan bagian tangan sudah bersimbah darah.
Rekan korban yang juga pengasuh panti, Martunis (30) mengaku, jika Juwita sudah ditemukan berdarah-darah di depan pintu. Ketika itu, sebagian besar penghuni panti asuhan masih tertidur pulas. Namun, suara minta tolong dari kamar Juwita, membuat beberapa penghuni terbangun.
”Korban keluar dari kamar dengan bersimbah darah, namun dia sudah tak mampu lagi untuk berteriak akibat luka cekikan pada lehernya itu. Kami semua langsung berteriak minta tolong. Kami masih sempat memberikan pertolongan darurat pada luka-lukanya sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Martunis.
Menurut Martinus, sebelum saat dibawa ke rumah sakit, rekannya itu masih sempat mengatakan kronologis pembunuhan yang menimpanya. Juwita mengaku, tidak mengenali siapa pelaku penusukan. Saat itu, ia tengah tidur dan tiba-tiba ada seseorang memasuki kamarnya di pagi buta.
”Ia menyebut, pria itu memaksanya membuka pakaian. Pelaku membawa pisau. Korban diancam. Namun, teman saya tak mau menuruti permintaan pelaku. Dia melawan,” ungkap Martunis.
Melihat korban tak menuruti permintaannya, pelaku akhirnya marah. Pelaku nekat mencekik serta menyayat telapak tangan korban yang berupaya mencakar wajah si pelaku. Tidak hanya itu, pelaku pun menusuk korban dua kali di bagian pinggang.
”Mungkin karena merasa usahanya tak membuahkan hasil, maka dia memilih kabur,” terang Martuni kepada POSMETRO di lokasi.
Mendengar cerita rekannya itu, semua penghuni panti kaget. Mereka tidak satu pun mengenali siapa pria tak dikenal memasuki kamar gadis muda asal Malakoppa, Kecamatan Pagai Selatan itu. ”Kami berharap polisi mengusut kasus ini dan menemukan pelaku pembunuhan itu,” tukasnya.
Sementara Kapolres Mentawai AKBP Reko Indro Sasangko menjelaskan, korban tidak berhasil diselamatkan meski sudah dirujuk ke RSUD Tuapejat. ”Korban meninggal dunia di RSUD sekitar pukul 06.00 WIB. Kami belum bisa menduga siapa pelaku penusukan yang menyebabkan korban tewas,” sebut Kapolres.
Kemarin, penyidik Resktrim Polres Mentawai langsung melakukan penyelidikan di lokasi penemuan Juwita. Polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat milik pelaku. Ada baju serta ngkusan rokok milik pelaku di kamar Juwita.
”Kami masih mendalami kasus ini. Sampai sekarang kami belum berani memastikan apa motif yang melatar belakangi pembunuhan ini. Untuk saat ini pelaku diketahui berjenis kelamin laki-laki. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini terungkap siapa pelaku,” pungkas Kapolres. (s)





