Hujan deras yang mengguyur daerah Lubuksikaping, Pasaman sejak Minggu siang hinga sore, menyebabkan banjir merendam sebagian besar wilayah tersebut.
PASAMAN, METRO–Banjir menerjang pemukiman padat penduduk di Nagari Jambak, Kecamatan Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman, Minggu (20/3) sore, akibat diguyur hujan selama lebih kurang lima jam lebih. Banjir merendam ratusan rumah penduduk hingga setinggi lutut orang dewasa.
Banjir disebabkan hujan desar sejak Minggu sore hingga petang, dan mengakibatkan sungai Batang Sumpu meluap dan merendam pemukiman warga. Banjir juga memutus akses jalan dari arah Pasar Lama Lubuksikaping menuju perkampungan warga di seberang Sumpu. Akibat banjir itu, sebagian warga mulai mengungsi, namun sisanya masih memilih tetap bertahan.
“Kita pilih mengungsi, karena tak ingin menjadi korban. Saya dan keluarga serta warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Andra, warga setempat.
Ia mengatakan, sejumlah warga mulai mengemasi barang-barangnya. Mental sebagian warga makin ciut, setelah melihat bongkahan kayu berukuran besar hanyut terbawa arus air.
“Ada yang bertahan, ada yang mengungsi. Ditambah, sisa kayu banyak hanyut dari hulu hutan disapu banjir,” katanya.
Ia bersama warga lainnya, lebih memilih mengungsi ke tempat aman. Warga yang memiliki kendaraan, kata dia, melakukan evakuasi bagi para orang tua lansia dan anak-anak.
Sementara salah seorang warga lain, Admizar (40) mengatakan, sebanyak 90 unit rumah warga Jambak terendam, dengan ketinggian 70 cm. Mulai dari, Jorong Induk Gadang, Jorong Kampung Alai.
“Banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Warga sudah mengumpul barang-barang, kursi, tempat tidur. Banjir akibat luapan Batang air Sumpur. Jalan dari pasar menuju Jorong Kampung Alai tidak bisa dilalui mobil lagi. Lebih satu meter. Kini warga masih bertahan,” katanya.
Terpisah, Kalaksa BPBD Pasaman M Sayuti Pohan ketika dikonfirmasi mengaku masih berada di Padang. Namun, kata Sayuti, ia sudah memerintahkan anggota BPBD setempat terjun ke lokasi bencana guna melakukan evakuasi terhadap warga setempat.
“Betul, saya dapat info juga begitu. Tim BPBD segera meluncur ke sana (Jambak), melakukan evakuasi warga,” ujar Sayuti Pohan via whatsapp.
Sementara, Camat Lubuksikaping Akhsan mengatakan, meski banjir sudah mulai berangsur surut namun puluhan kepala keluarga (KK) lebih memilih mengungsi dari pada bertahan, karena mereka takut sewaktu-waktu banjir susulan menghantam.
“Alhamdulillah, sudah mulai surut sekitar pukul 19.25 WIB. Puluhan KK lebih memilih mengungsi sementara sambil menunggu air surut,” katanya.
Ia mengatakan, untuk bisa mengjangkau lokasi banjir Jambak hanya bisa diakses pakai motor trabas. Meski begitu, kata dia, pihaknya tetap waspada mengingat hujan masih mengguyur lokasi tersebut. “Kita tetap waspada untuk antisipasi hal terburuk,” katanya. (y)





