BERITA UTAMA

Di Subuh Buta, Bayi Dibuang di Pekarangan Rumah

0
×

Di Subuh Buta, Bayi Dibuang di Pekarangan Rumah

Sebarkan artikel ini

Warga mengerumuni dan memberikan selimut untuk bayi merah yang dibuang di pekarangan rumah warga, Sabtu (19/3).
AGAM, METRO–Warga Jorong Lukok, Nagari Sariak, Kecamatan Banuampu heboh di subuh buta. Mereka digegerkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan yang masih terlilit tali pusar di halaman rumah seorang warga, Sabtu (19/3) sekitar pukul 04.30 WIB. Tak pelak, berbagai umpatan dan hujatan pun langsung keluar dari mulut warga. “Lai babanak ko lah nan mambuang anak sarancak ko?”, umpat sejumlah warga yang melihat bayi tersebut Sabtu pagi.
Nurlaili (78), warga yang pertama kali menemukan bayi tersebut kaget alang kepalang. Saat itu, sekitar pukul 04.00 WIB, dia terbangun karena mendengar suara tangisan bayi yang cukup keras. Penasaran, dia pun mencari sumber suara tersebut. “Tak berselang lama, suara tangisan bayi itu terdengar semakin jelas dari arah teras rumah. Saya pun melihat kesana dan ternyata memang benar ada bayi,” ucapnya.
Saat ditemukan, bayi tersebut dibungkus dengan selimut dan digeletakan begitu saja di lantai teras rumah milik Nurlaili. Dia pun menangis, saat melihat bayi itu, sebab tali pusarnya masih melingkar. Naluri keibuan Nurlaili pun muncul, dia pun membungkus bayi itu, membawa ke dalam rumah dan membersihkannya.  ”Saya langsung membopong bungkusan yang berisi bayi tersebut dan berusaha melihat siapa yang tega membuang. Namun, tak satupun orang yang bisa saya lihat pada subuh itu, biarlah saya bawa dulu ke rumah dan pagi akan beritahu orang kampung,” ucapnya.
Kemudian, sekitar pukul 07.30 WIB, Nurlaili langsung melapor kepada aparat kampung dan warga sekitar perihal penemuan bayi merah itu. Tidak lama, warga pun berbondong-bondong datang ke rumahnya untuk melihat kondisi bayi tersebut. Takut terjadi apa-apa, Nurlaili pun bersama warga membawa bayi itu ke Bidan Rina yang tidak jauh dari rumahnya. “Saya dibantu warga sepakat membawa bayi ini ke Bidan Rina yang tidak jauh dari rumah untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya. Alhamdulillah, bayi ini dinyatakan sehat,” ucap Nurlaili.
Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi melalui Kapolsek Banuhampu Sungai Puar AKP Risman Bakar membenarkan tentang penemuan bayi tersebut. Pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang adanya pembuangan sesosok bayi yang masih berumur satu hari tersebut di rumah Nurlaili sekitar pukul 04.30 WIB dan telah melakukan penyelidikan.
Dia juga sudah mengumpulkan bukti serta saksi-saksi di lapangan terkait kasus pembuangan bayi tersebut dan mendalami motif yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab itu. “Barulah setelah itu kita mengejar pelaku pembuang bayi ini. Mudah-mudahan kasus ini bisa kita ungkap secepatnya,” kata Kapolres.
Dalam pemeriksaan, memang dinyatakan bayi ini diperkirakan lahir pukul 22.00 WIB. Bidan Rina sendiri menganjurkan agar bayi ini dirawat di Puskesmas Baso karena peralatan yang dimiliki kurang memadai. Bayi tersebut butuh alat penghangat dan kondisi terlilit tali pusar itu sedikit membuatnya lemas.
“Bayi ini masih terlilit tali pusar dan butuh perawatan yang intensif sekali agar nyawa bayi ini bisa terselamatkan,” ungkap Bidan Rina. (cr7)