BERITA UTAMA

Jaksa Kejati Sumbar Diduga Nyabu Pernah jadi Kajari

0
×

Jaksa Kejati Sumbar Diduga Nyabu Pernah jadi Kajari

Sebarkan artikel ini

Seorang jaksa yang diduga nyabu (baju merah) menyembunyikan wajahnya saat ditangkap polisi.
PADANG, METRO–Usai tertangkap tangan tengah pesta sabu di rumahnya, di kawasan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Sabtu (12/3) siang lalu, jaksa fungsional Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, masih terus diperiksa intensif oleh penyidik Polresta Padang. Jaksa bernama Zulkarnain Daud yang mengisap sabu dengan rekannya Sofyan Ali Yuri ini, masih ditahan.
Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana, Senin (14/3) mengatakan, saat ini jaksa tersebut masih diperiksa intensif di Mapolresta Padang. Sejauh ini, pelaku tersebut belum banyak memberikan keterangan lengkap. ”Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku ini. Sebab, ada dugaan pelaku ini punya jaringan juga,” ucap Kapolres.
Ditambahkan, sampai saat ini pelaku belum bisa ditetapkan sebagai tersangka karena Protapnya dalam waktu 14 hari harus ada pembuktian dan didapatkan fakta baru dari pelaku ini, baru setelah ini bisa ditahan. Dia juga mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan.
”Kita akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkapnya,” tutur Wisnu.
Terpisah, Kajati Sumbar Widodo Supriyadi melalui Kasi Intel Ikhwan Ratsudi menyebut, akan menyerahkan proses pidana tersebut kepada pihak kepolisian. Di samping itu, pelanggaran disiplinnya juga diproses secara internal Kejaksaan bagian kepegawaian. Untuk langkah selanjutnya, Kejati berencana akan melakukan tes urine di lingkungan pegawainya.
”Saya sangat prihatin. Sama sekali tidak menyangka jaksa fungsional itu melakukan hal yang dapat mencoreng bak nama korps Adhiyaksa,” ucap Ikhwan.
Menurut Ikhwan, pelaku yang diduga melanggar Undang Undang Narkotika pasal 35 tahun 2009 itu bertugas di Kejaksaan Tinggi sejak tahun 2011 lalu. ”Dia itu pernah menjadi Kajari di Kejari Metro Lampung,” lanjutnya.
Kebiasaan tersangka sebagai jaksa fungsional, dianggap sebagai pribadi yang cukup baik oleh Ikhwan. ”Saya lihat dia orangnya cukup baik dan tidak terlalu neko-neko,” sambungnya.
Salah seorang pihak Kejaksaan yang tidak mau disebutkan namanya, kepada POSMETRO, kemarin mengaku bertemu terakhir dengan Zulkarnain kamis (10/3) lalu. Jaksa ini terlihat berperilaku seperti seorang pecandu. ”Saya melihat mulutnya yang selalu bergerak seperti seorang pemakai dan wajahnya terlihat pucat,” ujarnya.
Tersangka yang saat ini masih berada salam sel tahanan Mapolresta Padang itu masih menunggu nasibnya dibalik jeruji besi. (age/h/cr13)