BERITA UTAMA

Bolos Sekolah, 10 Pelajar SMA Diciduk

0
×

Bolos Sekolah, 10 Pelajar SMA Diciduk

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Asyik main warnet dan nongkrong di warung pada jam belajar, 10 pelajar SMA yang bolos seklolah diamankan Satpol PP Kota Padang di kawasan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara Rabu (27/11). Walau sempat berusaha kabur ketika petugas datang, ke-10 pelajar yang masih mengenalan seragam sekolah itupun berhasil ditangkap lantaran kalah cepat dengan petugas.
Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Padang, Erios Rahman mengatakan, dilakukannya penertiban tersebut berawal ketika pihaknya melakukan patroli pengawasan di kawasan tersebut dan menemukan puluhan pelajar yang seharusnya berada di sekolah untuk belajar, malah berada di warung dan warnet.
“Ada beberapa orang berhasil kabur ketika kita mendatangi lokasi. Tapi, 10 orang berhasil kita amankan dan kemudian dibawa ke Mako Satpol PP. Di kantor kita lakukan pembinaan dengan memberikan nasehat agar tidak lagi mengulangi perbuatannya,” kata Erios.
Erios menjelaskan, untuk prosesnya, kepada orang tua pelajar dan pihak sekolahnya didatangkan ke kantor untuk menjemputnya. Mereka juga membuat surat pernyataan di hadapan orang tuanya masing-masing. Sehingga bisa memberikan efek jera.
“Apabila sudah dijemput, maka kita membuat surat perjanjian dan meminta pada wali murid untuk mengontrol anaknya saat ke sekolah. Jika masih kedapatan mengulangi, maka akan kita amankan terus. Kepada pihak sekolah juga diharapkan kerjasamanya. Saat anak telat, jangan usir. Namun berikan tugas. Supaya mereka tak keluyuran dan keamanan terwujud,” paparnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Padang, Ilham Maulana meminta koordinasi antara Satpol PP dengan Disdik harus jalan mengenai sanksi bagi anak yang tertangkap. Jangan sebelah pihak saja. Namun harus seiring. Agar kongkalingkong tak terjadi dan kenyamanan terwujud.
Kepada Disdik diminta mengeluarkan kebijakan terkait hal ini. Supaya penegak perda bisa menjalankan tugas dengan baik dan pihak yang disalahkan tak ada nantinya.
“Dan diimbau kepada wali murid, agar mengawasi anaknya. Jangan dibiarkan saja keluyuran. Nanti yang repot wali murid juga jika anaknya tertangkap,” ujar kader Demokrat ini. (ade)