METRO PADANG

Peran Ninikmamak Masih Penting Bentengi Generasi

0
×

Peran Ninikmamak Masih Penting Bentengi Generasi

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Anggota DPRD Padang, Rustam Efendi menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H / 2019 M yang diselenggarakan pengurus Mushalla Mardatillah, Sungai Latuang Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah pada, Selasa malam (19/11).
Rustam Efendi siap membantu kebutuhan yang urgent pada Mushalla Mardatillah dan daerah ini dari segi fisik dan pemberdayaan masyarakat melalui pokirnya. Bantuan itu disalurkan dalam rangka mewujudkan perubahan pada lingkungan sekitar serta menghindari ketertinggalan dari kelurahan lainnya.
“Program yang akan diusulkan tentu mekanismenya melalui permohonan yang nanti diketahui RW dan Lurah,” ujar Rustam, Selasa (19/11).
Kemudian, kepada warga diharapkan tetap menjaga kebersamaan ini secara berkelanjutan dan diminta memberikan masukan dan saran soal kekurangan daerah ini. Supaya pihaknya siap menyempurnakan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada dan warga senang jadinya.
”Warga jangan malu dalam sampaikan aspirasi,” ucap kader PAN ini.
Selaku wakil rakyat lanjutnya ia siap mengayomi dan berkontribusi untuk daerah ini. Tujuannya agar Koto Tangah lebih baik ke depannya dari seliruh aspek dan bisa menjadi percontohan untuk Kecamatan lain jika memiliki inovasi yang lebih.
Sementara itu, Sekretaris Mushalla Mardatillah, Erijon mengatakan, kebutuhan yang perlu dituntaskan ialah persoalan drainase yang harus didam sesegara mungkin, supaya jika hujan datang air tak tergenang hingga ke WC Mushalla serta kenyamanan jema’ah terealisasi.
“Dikatakan kondisi drainase dekat lingkungan Mushalla lepas saja aliran airnya dan belum didam. Sehingga apabila hujan turun beberapa jam, genangan air akan bercampur ke lantai WC. Akibatnya warga harus cuci kaki lagi,” ujarnya.
Kebutuhan lainnya pengurus dan jema’ah terangnya meminta kepada wakil rakyat untuk membuat pagar disekeliling Mushalla. Supaya binatang tak lagi tidur pada teras rumah ibadah dan kotorannya tidak berserakan lagi diteras.
“Saat ini Mushalla tak dipagar dan halamannya lepas. Kita ingin agar dipasang pagar dengan panjang lebih kurang 40 meter,” sebutnya.
Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu juga turut hadir Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa. Hendri mengatakan, peran dan fungsi ninik mamak dianggap kian penting dalam membentengi generasi muda, khususnya di Minangkabau dari ancaman globalisasi. Nilai-nilai budaya lokal yang seharusnya menjadi identitas, lambat laun tergerus dan seolah dikalahkan oleh budaya global. Generasi muda seolah kehilangan jati dirinya sebagai orang Minangkabau maupun sebagai orang Indonesia.
“Globalisasi telah membawa pengaruh yang besar bagi generasi muda kita. Ia membawa pergeseran nilai di tengah masyarakat, baik aspek sosial, ekonomi maupun budaya. Kearifan lokal mulai terkikis oleh pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Meskipun di satu sisi dampak kehadiran teknologi berbasis internet mempermudah kita dalam banyak hal, tetapi ia juga memiliki sisi negatif yang membuat kita mudah kecanduan, apalagi bagi generasi muda”, jelasnya.
Belum lagi dampak lainnya seperti pergaulan bebas dan kecanduan narkoba. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang semestinya menjadi fondasi kehidupan kita sehari-hari, mulai terabaikan. Kebutuhan eksistensi diri dan kebutuhan semu lainnya jauh tak terbendung dibandingkan kebutuhan untuk memperdalam ilmu agama dan mempelajari nilai-nilai budaya Minangkabau yang semestinya menjadi dasar dalam keseharian kita.
“Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H ini adalah waktunya bagi kita untuk mengingat kembali dan meneladani kepemimpinan dan akhlak Rasulullah, karena beliau selalu dapat memberikan contoh yang baik bagi umatnya. Akhlak Rasulullah adalah akhlakul karimah atau akhlak yang baik, yang semestinya juga dimiliki oleh generasi muda kita”, ujar politisi PAN ini.
Terkait hal tersebut, sambungnya fungsi ninik mamak harus dikedepankan untuk menanamkan nilai-nilai budaya luhur yang sejatinya dianut oleh masyarakat Minangkabau.
“Peran ninik mamak sangat diperlukan dalam membina dan memotivasi generasi muda agar tertarik mempelajari budaya Minangkabau, sehingga kita dapat menyiapkan generasi yang bangga akan budayanya sendiri dan berakhlak baik,”ujarnya. (ade)